Senin , 16 October 2017, 14:38 WIB

Wisman dari 9 Negara Terpukau Nongsa Carnival 2017

Red: Dwi Murdaningsih
M N Kanwa/antara
Sejumlah yacht berada di Nongsa, Batam (ilustrasi).
Sejumlah yacht berada di Nongsa, Batam (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Pemandangan berbeda terlihat di Turi Beach Resort, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (14/10) malam. Ratusan Wisatawan Mancanegara (Wisman) terpukau dengan pagelaran budaya serta parade Karnaval yang digelar dalam perhelatan 4rd Nongsa Carnival 2017.

General Manager Turi Beach Resort Sumantri Endang mengatakan event ini adalah kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan 29 Tour Travel dan Tour Operators dari negara tetangga. "Konsentrasi Kemenpar di Crossborder ini membuat industri pariwisata di negara lain sangat percaya dan respek dengan destinasi kita. Termasuk hasilnya ini, kedatangan mereka ke Nongsa,” ujar dia.
 
Endang menambahkan, ke-29 Tour Travel dan Tour Operators (TA/TO) itu sukses membawa perwakilan wisman dari 9 negara diantaranya adalah Filipina, Singapura, Belanda, Korea, Cina, Jepang, Amerika, India dan Malaysia. 
 
”Masifnya Kemenpar di perbatasan ini membawa imbas ke industri, mereka selalu tanya agenda-agenda di Batam dan selalu ingin datang di berbagai event di Batam,” ujar dia.
 
Parade Karnaval malam itu juga sangat menarik. Dengan paduan warna dan bentuk yang eksostis, karnaval yang didesain dan dipersembahkan oleh binaan Dinas Pariwisata Provinsi Batam itu tampil energik. Ratusan Wisman berfoto dan selfie tiada henti silih berganti. 
 
”Karnaval ini sangat berbeda, karena ruang lingkup eklusif dan dia mau datang dengan membayar. Karnaval ini tidak gratis, namun tetap disukai. Ini akan terus menjadi agenda tahunan, dan kami bangga ini sudah yang keempat kalinya. Mengapa kami pilih karnaval? karena ini membuat decak kagum,” ujar Endang.
 
Salah satu tamu yang hadir, Ching Shin Wen dari Malaysia mengatakan, dia sangat terhibur dan terpukau dengan acara yang digelar di pinggir pantai tersebut. Kata dia, hadir di acara 4rd Nongsa Carnival 2017 sama saja bisa melihat Indonesia secara utuh. 
 
”Karena kalau saya ke Batam itu, perasaan saya seperti melihat Indonesia secara keseluruhan. Indonesia yang luas, jadi sangat simpel bagi kami, kalau ke Indonesia ya ke Batam saja. Itu lebih menarik bagi keluarga kami,” kata Ching. 
 
Acara yang didukung juga oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Asdep Bisnis Pemerintah Bidang Penguatan Jejaring itu sangat meriah. Area kolam renang dan pantai Turi Beach Resort Nongsa  disulap menjadi pusat kegiatan Nongsa Carnival. Atraksinya sangat unik. 
 
Semua model memakai pakaian unik karnaval yang menonjolkan budaya Melayu dari Kepulauan Riau. Karnaval juga menampilkan tarian-tarian Indonesia. Selain parade karnaval, hal  yang paling menarik adalah Malam Indonesia yang menyajikan Al Fresco Gala Dinner. Acaranya juga dihibur dengan musik keroncong.
 
Gala dinner tersebut menyajikan buffet 30 ikon kuliner terbaik Indonesia. Semua masakan lengkap dari makanan pembuka hingga penutup yang merupakan masakan otentik tradisional Indonesia. 
 
Berbagai aktivitas orang dewasa dan anak-anak juga tersedia di tepi kolam renang dan pantai. Dari mulai permainan,  lukisan wajah, tato, berbakat serta hiburan live musik akan berlangsung selama acara. Penutupannya, yaitu pesta kembang api yang disemburkan dari pinggir pantai.
 
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan pihaknya selalu berpegang teguh kepada apa yang diperintahkan Kemenpar melalui Menteri Pariwisata Arief Yahya. Kata Esthy, untuk menghidupkan cross border, atau dekat dengan negara tetangga harus memperbanyak event dan acara yang bisa dinikmati oleh tetangga negara kita. 
 
"Jika tiap akhir pekan ada kegiatan rutin dan itu bisa menjadi tujuan orang Singapura dan Malaysia, akan sangat efektif sebagai border tourism yang bisa menaikkan jumlah wisman,” kata Esthy.
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya memandang wilayah Batam dan Bintan di Provinsi Kepulauan Riau sudah sempurna sebagai destinasi wisata."Batam dan Bintan untuk sebuah destinasi wisata itu perfect  (sempurna)," kata Arief Yahya. 
 
Kepulauan Riau mempunyai potensi pariwisata yang sangat bagus dan relatif mudah dijual karena memenuhi semua kriteria 3A untuk sebuah destinasi wisata; Akses, Amenitas dan Atraksi. Jadi Kepulauan Riau mempunyai potensi yang bagus sekali dan relatif mudah dijual. "Tinggal bagaimana 'menjualnya', dan mengemas atraksinya,” kata dia.

Berita Terkait