Jumat , 13 October 2017, 14:10 WIB

Wisata Keluarga Tutup Program Mbangun Karimunjawa Kagama

Red: Dwi Murdaningsih
Antara/R. Rekotomo
Wisatawan berada di kolam penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, Jawa Tengah, Rabu (9/8).
Wisatawan berada di kolam penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar, Karimunjawa, Jawa Tengah, Rabu (9/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JEPARA - Potensi Karimunjawa yang luar biasa menjadi perhatian penuh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama). Sejak 2015, PP Kagama membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengembangan Potensi Daerah Karimunjawa. Satgas ini kemudian menggelar program 'Bhakti Kami Kagama Mbangun Karimunjawa'.

Kagama melakukan berbagai kegiatan. Program ini meliputi bidang Kepariwisataan, bidang konservasi ekosistem laut, bidang pengabdian kesehatan masyarakat, serta bidang pengabdian umum. Di bidang pariwisata berupa pelatihan bagi pelaku pariwisata Karimunjawa, pelatihan pertolongan pertama kegawatdaruratan kecelakaan laut, homestay award, penyediaan tong sampah di perahu wisata serta pengelolaan sampah di Pulau Nyamuk bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah.
 
Kegiatan bidang yang lain berupa pasar murah, pentas hiburan, penanaman terumbu karang, pelepasan tukik dan penanaman mangrove. Kemudian ada pula pemeriksaan dan pengobatan kesehatan, pemeriksaan gigi, serta penyuluhan kesehatan.
 
Program dari Pengurus Pusat KAGAMA, Pengurus Daerah Jawa Tengah dan didukung penuh oleh Pengurus Cabang Kabupaten Jepara, Pati, Demak, dan Kabupaten Blora serta KAGAMA Virtual ini pun segera berakhir.
 
"Kegiatan Penutupan KAGAMA Mbangun Karimunjawa 2017 dilakukan 20-22 Oktober 2017. Selain dilaksanakan oleh Satgas Karimunjawa KAGAMA juga bekerjasama dengan rekan-rekan dari IKA MEDICA Ikatan Alumni Kedokteran UNDIP," kata Ketua Kagama Pengcab Jepara Heri Kusnanto.
 
Peserta wisata penutupan program Kagama Mbangun Karimunjawa ini akan diajak snorkeling menikmati hasil konservasi terumbu karang. Lalu keliling Pulau Karimunjawa, mbakar ikan di Pulau Menjangan dan Tour de Mangrove. Jadi bisa merasakan hasil dari program Kagama Mbangun Karimunjawa. Mereka mendapat fasilitas penginapan dan makan 3D 2N selama di Karimunjawa.
 
"Juga tiket Jepara-Karimunjawa PP," kata Heri.
 
Sebagai wujud syukur atas program pengabdian ini Kagama pun mengajak para anggota beserta keluarganya untuk merayakannya dalam kegembiraan. Kagama pun membuat 'paket liburan' 3D 2N (tiga hari dua malam). Bagi Kagama dan keluarga keluarga, paket ini senilai Rp 1.250.000/orang. Sedangkan untuk non-Kagama Rp 1.500.000 /orang.
 
Dia berharap ke depan Kagama dan khususnya Kagama Jepara lebih dapat berperan aktif dalam mendukung dan melestarikan wisata Karimunjawa dengan lebih baik. "Kami juga sangat concern dengan sampah di kawasan wisata ini. Sebenarnya Pemkab Jepara sudah membuat TPA di dekat desa Alang-Alang tapi belum bisa optimal. Mudah-mudahan segera ada perubahan," kata Heri.
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut apa yang dilakukan oleh Kagama ini adalah kontribusi Academician (A) dalam Pentahelix model. ABCGM, Academician, Business, Community, Government dan Media. Mereka kalau sudah alumni dan aktif, juga bisa menjadi C (community). 
 
“Pariwisata akan semakin cepat bergerak, jika 5 sisi dari Pentahelix itu bersatu, solid, dan berkolaborasi bersama-sama,” kata Menpar Arief Yahya.

Dia mengapresiasi dan berterima kasih atas apa yang dilakukan Kagama untuk membangun Karimunjawa melalui visi dan misinya.

Sumber : Kemenpar