Rabu , 11 October 2017, 15:10 WIB

Kabupaten Karimun akan Gelar Dangkong Dance Festival

Red: Gita Amanda
Wikipedia
Wisata di Karimun, Kepulauan Riau.
Wisata di Karimun, Kepulauan Riau.

REPUBLIKA.CO.ID, KARIMUN -- Pada 14 Oktober 2017 mendatang, Kabupaten Karimun akan menggelar Dangkong Dance Festival. Festival ini akan menghadirkan delapan grup tari dari Malaysia dan Singapura. 

"Ini festival budaya Melayu. Silakan datang dan nikmati destinasi wisata yang keren di Kabupaten Karimun, Kepri (Kepulauan Riau),” ujar Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Zamri, Senin (9/10) lalu.
 
Pengisi acaranya ada banyak. Dari Indonesia, ada 15 grup tari dari Kabupaten Solok, Kabupaten Bintan, Kabupaten Meranti, Tanjung Pinang, Pelawan dan Karimun. Sementara dari mencanegara, ada delapan grup tari dari Malaysia dan Singapura. 
 
“Ini sekaligus memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Karimun yang jatuh pada 12 Oktober 2017,” tambahnya.
 
Berpusat di Panggung Rakyat Putri Kemuning, Coastal Area Tanjung Balai Karimun, festival ini tidak hanya untuk melestarikan kesenian Melayu, tetapi juga menjadi ajang promosi wisata budaya Karimun. Festival Dangkong Dance masuk ke dalam jadwal Festival Bahari Kepri yang dilangsungkan 14 - 21 Oktober 2017.
 
Tak hanya budayanya saja yang bisa dinikmati. Leisurenya pun sangat oke. Karena di kawasan sebelah barat Singapura dan Batam itu, ada banyak destinasi yang bisa disambangi. Viharanya banyak. Dari mulai Vihara Cetiya Vidya yang dibangun 1926, Vihara Bodhi Maitreya, Vihara Sasana Diepa hingga Kuil tua Pek Kong, ada di sana. 
 
Bagi yang mencari lokasi rekreasi, Pulau Karimun menawarkan keindahan pantai berpasir putih yang panjang membentang, snorkeling, dan tentu saja hidangan sea food yang lezat, seperti ikan, kepiting, udang dan tiram yang masih segar sebab baru ditangkap dari laut. 
 
Dua pulau tujuan wisata yang populer adalah Terkulai dan Soreh. Pantai Palawan dan Pantai Pongkar menawarkan pantai berpasir putih yang ideal untuk olah raga air dan relaksasi di bawah pohon-pohon palem. 
 
Pulau Telunas di Karimun juga telah berkembang menjadi sebuah resort liburan dan merupakan tempat favorit tujuan para ekspatriat Singapura dan para pelajar. Aksesnya sangat mudah. Untuk menuju Karimun, terdapat banyak feri yang menghubungkan kota ini dengan Singapura, Johor di Malaysia, Batam dan Bintan. 
 
“Wilayahnya sangat seksi. Baharinya world class, kulinernya lezat, budayanya juga sangat oke. Silakan ke Karimun. Dijamin Anda akan happy saat berwisata ke sana,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti.
 
Wisatawan mancanegara (wisman) pun akan terus didorong masuk ke kawasan border area ini. Jadi selain Batam dan Bintan, ada Karimun yang akan memback up target kunjungan wisman ke Kepri yang dipatok di angka 2,2 juta di 2017.  
 
“Saya yakin ini bisa diraih. Yang senang budaya Melayu, Karimun-lah tempatnya. Kebetulan budayanya punya kedekatan dengan Malaysia dan Singapura. Ketika mereka memiliki kedekatan secara kultur, tentu mereka akan tertarik. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, tapi juga silaturahmi terhadap leluhur mereka yang juga berasal dari sini,” tambahnya.
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikut buka suara. Menurutnya, Dangkong Dance Festival yang menjadi bagian Festival Bahari Kepri, dapat mengangkat pariwisata Kepri. 
 
“Letaknya juga sangat strategis. Berbatasan dengan Malaysia dan Singapura. Ini menjadi keuntungan tersendiri. Jadi dari mulai event, atraksi, hingga akses, semua harus digarap secara serius. Kalau komitmen daerah kuat, pariwisata pasti cepat tumbuh, terus adakan acara yang bisa memantik mereka datang ke negara kita,” kata Menpar Arief Yahya. 
Sumber : Kemenpar