Senin , 25 September 2017, 15:38 WIB

Deddy Mizwar Undang Jokowi Datang ke Geopark Ciletuh

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Antara/Budiyanto
Suasana objek wisata Curug (air terjun) Sodong di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (23/4). Curug Sodong merupakan salah satu destinasi wisata alam yang terletak di dalam kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.
Suasana objek wisata Curug (air terjun) Sodong di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (23/4). Curug Sodong merupakan salah satu destinasi wisata alam yang terletak di dalam kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Jelang keputusan penetapan Ciletuh-Palabuhanratu Geopark sebagai geopark dunia atauUnesco Global Geopark(UGG), Pemprov Jabar bersama Pemkab Sukabumi terus berbenah dan menggelar berbagai event. Salah satunya, dengan menggelar Ciletuh-Palabuhanratu Geopark Festival (CGF) 2017 yang digelar tiga kali di lokasi berbeda di kawasan geopark.

September ini, Pantai Palangpang menjadi tuan rumah gelaran festival yang digelar untuk kedua kalinya ini. Pada Agustus lalu, Palabuhanratu telah sukses menggelar CGF 2017 pertama. Dan pada 10 Desember 2017 mendatang, Pantai Ujung Genteng akan menjadi lokasi CGF 2017 ketiga dan rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dalam pertemuan terakhir dengan Bapak Presiden, saya sengaja mengundang beliau ke Ciletuh-Palabuhanratu Geopark ini. Insya Allah bulan Desember nanti untuk melihat bagaimana festival budaya Ciletuh-Palabuhan Ratu Geopark yang akan disahkan nanti oleh Unesco Global Geopark, kalau tidak ada halangan," ujar Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Senin (25/9).

Menurut Demiz,sapaan Deddy Mizwar, dalam kesempatan itu, sekaligus (Presiden) menetapkan lokasi bandara yang akan dibangun tahun depan di Kabupaten Sukabumi. Terkait lokasi bandara ini, Pemprov Jabar telah menawarkan dua lokasi, yaitu di Cikembar dan Citarate.

Namun, Demiz ingin bandara dibangun di Citarate, Kabupaten Sukabumi, mengingat telah ada proyek infrastruktur transportasi lain seperti jalan tol dan jalur kereta apidouble trackke kawasan Sukabumi lainnya. "Kalau Cikembar untuk melayani Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi, tapi kalau di Citarate itu memang khas untuk melayani para wisatawan dan Kabupaten Sukabumi. Jadi, biarkan beliau (Presiden) memilih," katanya. Dia berharap, Jokowi Desember nanti tidak ada halangan sehingga bisa hadir ke Ciletuh.

Dikatakan Demiz, dengan hadirnya bandara tersebut akan meningkatkan konektifias transportasi dari berbagai bandara di Nusantara agar bisa langsung ke Ciletuh. Selain itu, Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat juga tengah menggenjot infrastruktur transportasi lain ke kawasan Sukabumi, seperti Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi serta jalur kereta apidouble trackdari Jakarta ke Sukabumi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jabar Ida Hernida mengatakan, Ciletuh-Palabuhanratu Geopark terdiri dari delapan kecamatan dan 71 desa di Kabupaten Sukabumi. Ada berbagai jenis seni dan budaya, melengkapi kawasan yang juga telah ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional ini.

Oleh karena itu, kata dia, CGF sengaja digelar sebagai momentum untuk meningkatkan apresiasi dan pelestarian seni dan budaya Ciletuh-Palabuhanratu guna mendukung penetapan kawasan tersebut sebagai geopark dunia. Event CGF tersebut, untuk mengenalkan potensi pariwisata seni dan budaya Ciletuh-Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.

Ida mengatakan, acara pembukaan CGF ditandai dengan kolecer dan pencak silat. Karena, Kolecer dan Pencak Silat tengah diajukan oleh Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda kepada Unesco. "Kami tidak ingin kekayaan budaya tersebut diakui oleh pihak atau negara lain," katanya.