Kamis , 14 September 2017, 13:10 WIB

Kuliner Indonesia Siap Goyang Lidah Warga Australia

Red: Gita Amanda
Republika/Agung Supriyanto
Kuliner Indonesia yang kaya rasa membutuhkan banyak bumbu sebagai bahan dasarnya.
Kuliner Indonesia yang kaya rasa membutuhkan banyak bumbu sebagai bahan dasarnya.

REPUBLIKA.CO.ID, AUSTRALIA - Diplomasi kuliner kembali dimainkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Kali ini, event Spring Festival 2017 di Araluen Botanical Garden, Australia, pada Sabtu dan Ahad, 30 September dan 1 Oktober 2017 akan menjadi "sasarannya".



"Kemeriahan Spring Festival 2017 ini diprediksi akan dilihat lebih dari 100 ribu pengunjung warga Australia. Mereka ingin melihat Bunga Tulip sambil menikmati musim semi di Araluen. Kami hadir mempromosikan keindahan Indonesia,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana, yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Vinsensius Jemadu.


Lebih lanjut Pitana menambahkan, momentum tersebut akan dimanfaatkan maksimal untuk mempromosikan 10 destinasi wisata unggulan Indonesia melalui promosi kuliner serta pertunjukan seni tradisional Indonesia.  Araluen Botanic Park merupakan taman yang banyak dikunjungi warga Australia di Perth pada musim semi karena festival Springtime di Araluen yang memamerkan bunga tulip, sebagai atraksi utamanya.

"Selain itu pada musim semi di tempat ini diselenggarakan juga Araluen Folk Festival yang menghadirkan berbagai seni pertunjukan tradisional dari berbagai negara. So, kami akan ikut unjuk gigi di tempat ini,” kata Vinsensius Jemadu.



Pria kehaliran Nusa Tenggara Timur itu memaparkan, beragam makanan dari berbagai pelosok nusantara akan disajikan di acara tersebut antara lain  soto ayam, daging konro makassar, daging rendang, bebek betutu, ayam bakar jawa, telor balado, dan udang goreng sambal balado. 

Selain kuliner, Kemenpar juga akan tampilkan promosi 10 destinasi wisata Indonesia pada booth Wonderful Indonesia dan juga akan sebarkan brosur dan memberikan souvenir kepada pengunjung oleh 16 duta Indonesia berbusana tradisional.

Bukan itu saja, pria yang akran disapa VJ itu mengatakan beberapa peserta Malang Flower Carnival pada 10 September yang lalu juga akan diboyong untuk mempertontonkan keindahan kostumnya. 

"Pas momennya keindahan bunga, kita ambil beberapa yang terbaik dari peserta, selain itu juga akan ada tari tradisional nusantara untuk memperkenalkan Wonderful Indonesia, kita akan buat pengunjung tidak beralih dari booth atau lokasi kita," ujarnya.  

Pengunjung yang hadir dalam festival juga dimungkinkan untuk membeli paket wisata ke Indonesia yang dijual oleh travel agent yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut. 
Pada acara ini Kemenpar menurutnya bisa langsung mempromosikan paket-paket wisata bahkan memasarkannya serta mempromosikan Wonderful Indonesia kepada target pasar.



Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Australia negara tetangga yang sangat dekat dengan Indonesia, untuk kalangan masyarakat Australia, Indonesia yang paling mudah karena bisa dikunjungi dengan biaya berlibur yang tidak mahal dan mereka mendapatkan tujuan destinasi yang indah.

Banyak hal yang bisa di dapat dan dilihat seperti pertunjukan seni dan kebudayaan, cinderamata dan makanan Indonesia yang beragam dan lezat. 

"Australia salah satu fokus pasar utama. Dalam lima tahun terakhir jumlah kedatangan wisatawan mancanegara dari Australia ke Indonesia terus meningkat bahkan tahun 2014 mencapai 1.145.576 orang," kata Menpar Arief Yahya.

Bagi Menpar Arief Yahya, dari target kedatangan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun 2017, 1,8 juta wisman di antaranya diharapkan dari pasar  Australia.


Untuk mencapai target tersebut harus gencar melakukan promosi ke Negeri Kanguru tersebut. Dengan Promosi Wonderful Indonesia seperti di Araluen ini akan menambah kedekatan. Semakin kenal, mengetahui dan mengerti akan menimbulkan kecintaan mereka pada Indonesia sehingga menimbulkan keinginan untuk berkunjung ke Indonesia.

Sumber : Kemenpar