Selasa , 22 August 2017, 14:18 WIB

Indonesia Siap Gelar Turnamen Golf Bertaraf Internasional

Red: Dwi Murdaningsih
Mahmud Muhyidin
Sejumlah atlet Golf berlatih dalam rangka persiapan PON Jabar XIX 2016 di Bandung Giri Gahana Golf Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Ahad (11/9)
Sejumlah atlet Golf berlatih dalam rangka persiapan PON Jabar XIX 2016 di Bandung Giri Gahana Golf Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Ahad (11/9)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia bersiap menghelat turnamen golf bertaraf internasional. Tittle-nya adalah “Indonesian Golf Tour (IGT)-Professional Golf of Malaysia (PGM) Championship 2017”. Selain kompetisi, agenda lain dari event ini mengembangkan potensi sportourism di Indonesia.

IGT-PGM Championship akan mempertemukan tim dari dua negara bertetangga: Indonesia dan Malaysia. Tahun ini IGT-PGM Championship merupakan perhelatan kedua kali setelah Malaysia menjadi tuan rumah kejuaraan beregu ini tahun lalu. IGT-PGM Championship akan digelar pada 5-7 September di Riverside Golf Club, Cimanggis, Bogor.
  
Ketua Indonesian Golf Tour menjelaskan, Jimmy Masrin menjelaskan, ide turnamen ini guna mempertemukan komunitas golf dari negara-negara- negara tetangga dan sama-sama mengembangkan kompetisi golf, terutama antara Indonesia dan Malaysia. 
 
Menteri Pariwisata Arif Yahya selalu memberikan atensi luas untuk mengembangkan potensi wisata olahraga di Indonesia. Salah satunya turnamen golf pararel antara Indonesia dan Malaysia melalui event Indonesian Golf Tour (IGT)-Professional Golf of Malaysia (PGM) Championship 2017.
 
"Golf itu sport tourism mirip yacht dalam wisata bahari. Punya community di banyak negara, dan di dunia internasional. Dengan pasar middle up, dan punya pasar  kuat di Jepang, Korea, Singapura, Malaysia,” kata Arief.
 
Masih menurut Arief, Indonesia menjadi surga para pegolf. Contoh, di kepualaun Batam-Bintan terdapat 10 lapangan golf berkelas internasional. Begitu juga dengan lapangan golf di Jakarta dan Bali. “Karena itu, golf bisa dikembangkan sebagai sport tourism,” kata Arief Yahya
 
Pada 2017, IGT-PGM Championship menggunakan format berbeda. Kalau 2016 lalu berformat stroke play, IGT-PGM Championship tahun ini memakai format match play. Perubahan format ini dimaksudkan agar pertandingan IGT-PGM Championship menjadi menarik dan dinamis. 
 
Format match play ini selalu digunakan dalam turnamen Ryder Cup, kejuaraan beregu dua tahunan yang mempertemukan tim Amerika Serikat dan Eropa.
 
"Format stroke play tidak menarik seperti format (match play) yang digunakan dalam Ryder cup, ketika hanya dua lawan yang berkompetisi satu sama lain. Format match play mengusung lebih banyak excitement pada kompetisi di setiap pertandingannya dan juga membawa yang terbaik dalam semangat tim,” kata Jimmy.
 
Dua negara ini akan mengirimkan 12 pemain di timnya masing-masing  untuk bertanding di IGT-PGM Championship. Delapan pemain berasal dari daftar Order of Merit di Tour masing-masing dan empat pemain merupakan pilihan kapten. Tim Indonesia akan dikomandani Jubilant “Teddy” Arda, kapten timnas golf Indonesia ketika meraih dua medali emas (individu dan beregu putri) dan dua medali perak (individu dan beregu putra) di SEA Games 2011.
 
IGT-PGM Championship 2017 menyediakan total hadiah Rp 600 juta. Pemenang IGT-PGM Championship akan mendapatkan 65 persen dari total hadiah, bila kalah mendapatkan 35 persen.
 
Dalam format match play ini, IGT-PGM Championship 2017 akan menggunakan tiga jenis pertandingan: foursome, fourball, dan single. Dalam dua hari pertama, ada empat pertandingan foursome pada pagi hari dan empat pertandingan fourball.
 
"Memasuki hari terakhir, akan memainkan 12 partai single. Dalam tiga hari terdapat 28 pertandingan yang berarti setiap tim akan berkompetisi untuk meraih total 28 poin,” kata Made Edward Juniyasa Putra, Direktur Turnamen IGT-PGM Championship 2017.
 
Sumber : kemenpar