Ahad , 13 August 2017, 12:18 WIB

Menpar Apresiasi Jember Fashion Carnaval 2017

Red: Dwi Murdaningsih
Dok: Sendi A Saputra
Jember Fashion Carnaval 2015
Jember Fashion Carnaval 2015

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui Jember Fashion Carnaval 2017 sebagai karnaval terbaik secara nasional. Hal itu diakui , saat berkunjung ke Jember, Jawa Timur sejak 12 Agustus 2017, bersama Presiden RI Joko Widodo yang juga di sana. 

Bahkan, menurut Arief, dibandingkan karnaval sejenis di dunia, termasuk Rio de Jeneiro, Brasil yang sudah melegenda itu, Jember Fashion Carnaval 2017 itu lebih unik. "Dan sudah tahun ke-16, dijalani secara konsisten! Karena itu ini menjadi event karnaval terbaik," kata Arief Yahya. 
 
Jember Fashion Carnaval yang oleh netizen diramaikan dengan hastag #PesonaJFC2017 itu  juga sukses menginspirasi karnaval lain di kota lain. Seperti Malang Flower Carnival, Banyuwangi Ethno Carnival, Batik Carnaval Solo, Semarang Night Carnaval, dan masih banyak lagi. 
 
"Aspek originalitas menjadi sangat penting. Lalu konsistensi selama 16 tahun, dan sudah menjuarai berbagai kompetisi karnaval di dunia! Itulah reputasi besar JFC2017," kata Menpar Arief Yahya. 
 
Tiga hal kuat yang membuat Jember semakin mendunia dengan karnaval. Event yang dimotori oleh Dynand Fariz itu mengangkat pamor Jember dan Jawa Timur. 
 
"Dengan catatan, Bali tidak diikutkan dalam penilaian ini. Karena Bali yang punya Pesta Kesenian Bali (PKB) sudah eksis selama 39 tahun non stop. Pertunjukkannya juga kelas dunia, parade pembukaannya juga sangat serius," kata Arief Yahya. 
 
Ahad (13/8), puncak #PesonaJFC2017 bakal berlangsung. Presiden Jokowi memang sedang concern di pariwisata. Bahkan di akun medsos pribadi nya pun mempromosikan destinasi wisata. "Untuk menghidupkan bisnis pariwisata di Jember, event seperti ini harus sering dibuat, gong besarnya setahun sekali, kelak bisa menjadi kekuatan atraksi Jember," kata dia.
 
Kalau soal event atau festival budaya, lanjut Arief Yahya, daerah di Indonesia sangat banyak. "Solo itu punya 56 dan Banyuwangi punya 72, daerah lain rata-rata juga ada, tinggal dipromosikan secara besar-besar? Masyarakat pasti akan mendapatkan manfaat ekonominya," kata dia.
Sumber : Kemenpar