Sabtu , 12 Agustus 2017, 13:36 WIB

Jumlah Wisatawan Asing Berlibur ke Manado Meningkat

Red: Qommarria Rostanti
Republika/Edi Yusuf
Tepian pantai di Bunaken, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (17/12).
Tepian pantai di Bunaken, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (17/12).

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali mendukung perhelatan Festival Pesona Bunaken 2017. Acara tersebut digelar hari ini di Venue Pulau Bunaken Liang  Dermaga Wisata, Manado, Sulawesi Selatan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, mengatakan acara ini digelar secara konsisten dari tahun ke tahun. ”Ini bagus karena untuk menggiatkan sektor pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (12/8).

Basis keindahan alam dan kekayaan budaya menjadi daya tarik dari Bunaken dinilainya harus terus diciptakan. Citra ini akan terus melekat di pikiran wisatawan, salah satunya dengan festival yang konsisten.

Pemerintah daerah, kata Esthy, harus terus melakukan rebranding Bunaken dengan kemasan kegiatan yang relevan antara satu sama lain. ”Karena dengan kekuatan itu, maka wisatawan akan datang lagi dan lagi,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mengusung tema I Love Bunaken. Pihak panitia sudah memastikan akan menggelar beberapa acara yang menarik. Diantaranya adalah, bersih-bersih Bunaken, pentas seni dan budaya, tarian empat wayer bersama turis, pertandingan voli pantai, lomba balap perahu dayung, lomba perahu katinting hias, free mass snorklingmedsos, dan pesta ikan bakar.  ”Akan hadir penyanyi yang akan menjadi penghibur di sana yakni Gio Idol. Branding Pesona Indonesia juga akan hadir di sana menghiasi kemeriahaan sebagai persembahan bagi para wisatawan,” ujar Esthy.

Para wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan Nusantara (wisnus) yang hadir juga bisa menikmati keindahan alam bawah laut Bunaken, selain itu bisa menyambangi Danau Tondano, Pulau Siladen, dan Taman Nasional Tangkoko. Untuk urusan makanan, Manado juga juaranya. Sebut saja Ayam Woku Belanga, Cakalang Fufu, Bubut Tinutuan, dan Ayam Rica-Rica termasuk makanan khas unggulan di Manado.

Manado juga kini sudah sangat seksi bagi wisman. Selain itu akan banyak investor yang mendatangi Manado dan memberikan investasinya untuk perkembangan Manado. Kemenpar juga terus gencar mempromosikan destinasi wisata di Manado, Sulawesi Utara. Pemerintah setempat juga sangat menyambut dengan wisatawan dan investor.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM, Himawan Hariyoga, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Manado terus meningkat. Meskipun Manado tidak termasuk dalam 10 destinasi wisata baru, namun dia optimistis jumlah wisatwan asing yang melancong ke Manado akan terus bertambah.

"Jumlah wisman yang datang ke Manado sudah meningkat luar biasa. Kalau nggak salah datanya itu dari 12 ribu orang per tahun menjadi 12 ribu per bulan. Dengan adanya program ini bisa terus meningkatkan jumlah wisman dan menggairahkan ekonomi di Mando," kata Himawan.
 
Menurut Himawan, wisatawan asing yang datang ke Manado sebagian besar berasal dari Cina. Dia optimistis China juga akan menjadi salah satu investor terbanyak di Manado. Namun, kata dia, yang juga yang menarik ada korelasi positif antara dibukanya jalur penerbangan langsung terutama dari beberapa kota khususnya di Cina ke Manado, dengan kedatangan para turis, khususnya Cina.
 
Berdasarkan data BKPM, investasi yang masuk ke Sulawesi Utara saat ini masih didominasi sektor infrastruktur seperti listrik, gas, dan air yang tercatat investasi dari dalam negeri mencapai Rp 3,4 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 209 juta dolar AS. Sementara untuk sektor pariwisata seperti investasi di bidang hotel dan restoran berkontribusi 13 persen dari total PMA yang masuk tercatat sebesar 26,9 juta dolar AS.
 
Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, menyambut positif pergerakan angka-angka di Manado. Dia mengatakan Manado akan terus berkembang karena gubernur dan pemimpin-pemimpin di Manado sangat mendukung pariwisata.

”Ketika gubernur dan wali kota, bupatinya sudah commited, tidak ada jalan yang tidak bisa ditembus. Tidak ada jalan buntu. Begitu pun sebaliknya, sehebat dan sesempurna apapun sebuah konsep, tanpa disupport oleh CEO-nya (kepala daerah) itu hanya akan mengawang-awang di langit,” ujar Arief.

Dia mengatakan modal yang dimiliki Manado sudah cukup kuat yaitu mempunyai atraksi kelas dunia, terutama Bunaken dengan wisata bahari sub-zona dunia bawah air.

Bunaken sudah dikenal dimana-mana dengan atraksi bawah laut, terumbu karang, dan biota laut. Tinggal kebersihan, manajemen sampah, fasilitas toilet, resto dan kafe yang juga harus berkelas dunia. “Sekali lagi, kalau Pak Gubernurnya mau, pasti dengan mudah bisa mengatasinya dan pariwisatanya akan terus berkembang,” kata dia.

Saat ini, wisman Cina masih tinggal di Manado dan kota-kota di sekitarnya seperti Tomohon, Danau Tondano, dan beberapa pantai di sana. Jika jumlah penerbangan sudah banyak, maka diyakini akan mengangkut jumlah wisman lebih besar. Interkoneksi dari Manado bisa disambung ke Morotai, Ternate, Sangihe, Ambon, Sorong, Gorontalo dan lainnya. “Kota Manado menjadi hub (pusat) buat pulau-pulau di sekitarnya, dalam penerbangan pendek. Wisata bahari di sana pasti akan berkembang pesat,” ujar Arief.

Cina adalah negara berpenduduk terbesar di dunia, dengan jumlah turis ke luar negeri terbesar di dunia. Sebanyak 120 juta warga Cina yang bepergian ke luar negeri pada 2015. Arief mengatakan Cina tidak mempunyai pantai karena sebagian besar negaranya daratan, dan beriklim subtropis, yang ada empat musim dalam setahun. “Mereka suka akan wisata bahari, dan Manado dan sekitarnya punya bahari berkelas dunia," kata dia.

Sumber : Kemenpar