Kamis , 10 Agustus 2017, 16:07 WIB

NTB Istighatsah Sambut Pembangunan Poltekpar Negeri Lombok

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Dwi Murdaningsih
Antara/Andreas Fitri Atmoko
Wisatawan menikmati kawasan wisata Pantai Tanung Aan, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (ilustrasi)
Wisatawan menikmati kawasan wisata Pantai Tanung Aan, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Pemerintah Provinsi (Nusa Tenggara Barat) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggelar istighatsah di areal pembangunan Kampus Poltekpar Negeri Lombok di Desa Puyung, Lombok Tengah, NTB, Kamis (10/8).

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin mengatakan istighatsah merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, dan memohon kelancaran pelaksanaan pembangunan kampus pariwisata tersebut, sekaligus wujud dukungan dan sukacita masyarakat menyambut pembangunan sekolah pariwisata bertaraf internasional tersebut.

Amin menyampaikan, pembangunan Poltekpar Negeri Lombok merupakan wujud dari ikhtiar Pemprov NTB dalam peningkatan sumber daya manusia di bidang pariwisata. Amin menilai, keberadaan Poltekpar di NTB untuk menghasilkan pelaku-pelaku pariwisata yang andal. Terlebih, dengan mulai bergulirnya proses pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang juga berada di Lombok Tengah.

"Ini merupakan investasi besar kita, sebab melalui pembangunan sumber daya manusia ini akan berdampak besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat ke depannya," ujar Amin di Puyung, Lombok Tengah, NTB, Kamis (10/8).

Amin memandang investasi SDM jauh lebih penting karena bersifat jangka panjang. Sedangkan investasi infrastruktur, sifatnya terbatas karena dalam jangka waktu tertentu akan bisa pudar atau rusak. Amin mengimbau masyarakat sekitar menjaga kelangsungan pembangunan Poltekpar yang ditargetkan sudah bisa digunakan pada tahun ini.

"Mari kita sukseskan pembangunan Poltekpar ini agar berjalan sukses," ucap Amin.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Tengah Suhaili berharap kehadiran Poltekpar bertarap internasional akan membuka wawasan dan pemahaman masyarakat Lombok Tengah untuk kemajuan pariwisata.

"Poltekpar Negeri Lombok ini merupakan terbesar keenam di Indonesia. Ini membuktikan perhatian pemerintah begitu besar kepada NTB, khususnya Lombok Tengah. Termasuk dengan ditetapkannya sebagai prioritas dari 10 KEK di Indonesia," ujar Suhaili.