Senin , 19 Juni 2017, 11:45 WIB

Mengenal Pariwisata Talaud di Festival Pulau Sara

Red: Gita Amanda
Antara/Adwit B Pramono
Presiden Joko Widodo membasuh wajah dengan air laut di pantai Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Rabu (19/10).
Presiden Joko Widodo membasuh wajah dengan air laut di pantai Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Rabu (19/10).

REPUBLIKA.CO.ID, TALAUD -- Festival Pulau Sara yang digelar 2 Juli mendatang bakal berlangsung spektakuler mengisi serangkaian festival crossborder. Melalui festival tersebut pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai pariwista di Talaud

"Pemerintah terus berupaya agar pariwisata Talaud dikenal banyak orang. Salah satu langkah promosi pariwisata yang dilakukan yakni dengan melaksanakan event bergengsi ini," kata Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip, Ahad (18/6) lalu.

Talaud memang istimewa. Sebagai destinasi wisata daerah perbatasan, Talaud berbatasan langsung dengan Filipina. Pesona alam bibir Laut Pasifik yang indah bisa terlihat jelas dari sana. Sri mengatakan destinasi wisata di Talaud banyak menebarkan pesona alam yang indah. Pulau Karakelang misalnya. Banyak surga tersembunyi yang bisa ditemui di sana. 

Selain wisata alam pantai dan air terjun, ada juga wisata petualang goa dan desa wisata. Pariwisata yang cukup dikenal antara lain Pantai Pesisir Timur pulau Karakelang, Pantai Lobbo, Goa Weta, Air Terjun Ampadoap, dan Desa Adat Bannada. Di pesisir Timur, wisatawan bisa menikmati hamparan pasir halus sepanjang 12 kilometer. Pantainya berhadapan langsung dengan Lautan Pasifik dan memiliki lebar sekitar 60 hingga 80 kilometer jika sedang surut.
 
Pantai Lobbo di Kecamatan Beo Utara juga tak kalah menarik. Apalagi saat sunset, pancaran oranye matahari di ufuk barat bumi semakin indah saat pulau Nusa Tofor dan Nusa Dolong membentuk siluet di bawahnya. Hamparan pasir hitam halus yang luas, serta deburan ombak bertingkat semakin menambah nikmatnya menghabiskan senja di pantai yang masih "perawan" ini.
 
Pulau Karakelang juga punya pesona Goa Weta dengan stalaktit dan stalakmitnya. Goa ini mempunyai panjang sekitar 400 meter dan tembus ke ujung goa lainnya di perbukitan.
 
Air Terjun Ampadoap juga punya keunggulannya sendiri. Dua buah air terjun yang saling berhadapan ini tak tinggi, masing-masing hanya setinggi lima meter. Kedua air terjun ini jatuh di antara bebatuan dan aliran airnya bertemu di satu titik, lalu mengalir bersama menuruni anak sungai. Sementara, Desa Bannada ditetapkan sebagai desa adat karena kearifan lokal kerajaan Talaud atau Porodisa yang tetap terjaga hingga saat ini.
 
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, crossborder tourism di Talaud sangat potensial. Goalnya bisa diarahkan ke crossborder area yang semakin hidup dan menjadi destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman). 

“Silakan belajar dari banyak negara di Eropa yang maju karena crossborder. Prancis dan Spanyol hebat mengelola crossborder tourism sebagai sebagai pendulang devisa. Malaysia juga, untuk market travellers Singapura. Talaud juga bisa sama. Masyarakat di sana juga harus mendapatkan benefit dengan lebih banyak event, sehingga banyak orang berdatangan," ujar Arief Yahya.

Sumber : Kemenpar