Jumat , 21 April 2017, 17:58 WIB

Jokowi Ungkap Kunci Keberhasilan Industri Pariwisata dan Kreatif

Red: Didi Purwadi
Antara/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) memimpin rapat terbatas Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/4).
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) memimpin rapat terbatas Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas membahas evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/4). Pada forum yang dihadiri jajaran menteri Kabinet Kerja serta Gubernur DIY Sultan Hamengkubowono X tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan lagi soal fase transformasi struktural perekonomian sebuah daerah.

"Sebuah provinsi memiliki rute yang berbeda-beda. Daerah-daerah yang kaya sumber daya alam, harus mulai bergerak dari hanya semata-mata mengandalkan komoditas bahan mentah ke sektor industri pengolahan," ujar Presiden Jokowi.

Sedangkan daerah-daerah yang tidak memiliki SDA berlimpah seperti DIY, justru harus fokus mengembangkan sektor industri berbasis non SDA. Contohnya seperti industri jasa dan industri kreatif.

Mantan Wali Kota Surakarta ini meyakini di masa yang akan datang sektor industri jasa dan industri kreatif akan bisa menghasilkan lompatan kemajuan bagi perekonomian daerah. Sebab, sektor tersebut lebih mengandalkan inovasi teknologi.

Karenanya, Presiden Jokowi meminta pemerintah DIY bisa lebih memberikan perhatian khusus untuk pengembangan industri jasa, industri pariwisata maupun industri kreatif yang berpotensi sangat besar di DIY. "Dan, kunci keberhasilan dari pengembangan industri jasa pariwisata dan industri kreatif adalah keberanian kita untuk melakukan investasi pada penyiapan sumber daya manusia," kata Jokowi.

Di sisi lain, pemda diminta memerhatikan investasi sektor budaya dan memperkuat aksesbilitasnya. Dengan begitu, bukan saja infrastruktur fisik yang dibangun, tapi juga infrastruktur sosial dan budaya.

Pariwisata, begitu dijadikan core economy bangsa dan ditetapkan sebagai leading sector, maka dampaknya akan meluas. Apalagi, Presiden Jokowi semakin gencar mengajak semua pihak mengembangkan pariwisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat dimintai tanggapannya soal arahan Presiden Jokowi terkait pengembangan industri jasa pariwisata dan industri kreatif di DIY, mengatakan bahwa Yogyakarta memang punya potensi besar di sektor tersebut.

"Bagi provinsi yang areanya itu kecil, fokuslah di jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif. Yogya ini bagus untuk masuk ke ekonomi kreatif,'' kata Arief. ''Dan memang Yogya, di luar Bali dan Bandung, ke luar namanya sudah bagus untuk ekonomi kreatif.''

Apalagi, tidak lama lagi Yogya akan punya bandara internasional baru yang berkapasitas besar, di Kulonprogo. Lalu, kawasannya juga dilewati untuk akses ke Borobudur. "Sudah pasti akan bertumbuh dengan pesat, jika menggarap lebih serius pariwisata dan industri kreatif," papar Arief Yahya.