Kamis , 20 April 2017, 12:40 WIB

Putri Indonesia 2015 Ajak Mahasiswa UI Populerkan Wonderful Indonesia

Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Darmawan
Wisata Belitung (ilustrasi)
Wisata Belitung (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri tampil di Fisip Universitas Indonesia (UI), Selasa (18/4). Dia mengajak mahasiswa UI untuk mempromosikan Wonderful Indonesia melalui media sosial.

"Kalian bisa menggunakan Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, menjadi Blogger atau Video Blogger, untuk mempromosikan pariwisata Indonesia!" ajak Anindya.

Dia menuturkan Indonesia jauh lebih kaya, lebih indah, lebih keren dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara. Tetapi jumlah kunjungan Wisman masih kalah dari Malaysia, Singapura dan Thailand. "Kalau mau bantu Indonesia menjadi lebih hebat dari negara-negara itu, ayo kita promosikan destinasi kita di medsos!" lagi-lagi ajak Anin.

Wakil Jawa Tengah di Putri Indonesia 2015 itu merasa yakin, Indonesia bisa menjadi yang terbaik di pariwisata. "Saya sudah jalan ke mana saja, di negara-negara Asia Tenggara! Saya pernah lihat culture-nya Jepang! Saya tetap cinta Indonesia," kata Anin.

"Kalian boleh coba underwater di Meksiko, Equador, Fiji, dimana saja! Raja Ampat dan Indonesia Timur jauh lebih hebat! Indonesia is the best," kata dia.

Candi Boko di Yogyakarta (Republika/Tahta Aidila).

Statemen Anindya Putri itu dibenarkan Don Kardono, Staf Khusus Menpar Bidang Komunikasi. "Anin benar! Raja Ampat adalah ranking 1 untuk destinasi snorkeling dunia versi CNN Travel," sebut Don Kardono.

"Nomor 2, masih juga Indonesia, dengan Labuan Bajo Komodo! Nomor 3 baru Kepulauan Galapagos, di Samudra Pasifik Equador. Tahun 2017 ini, The Best Destination pilihan travellers di TripAdvisor adalah Bali. Mengalahkan London, Paris, New York, Roma, yang menjadi ikon pariwisata dunia!" kata Don.

Don Kardono setuju membuat Wonderful Indonesia dikenal dan menjadi top of mind, harus dipromosikan. Channel promosi yang paling efektif saat ini, media digital. Cara yang paling murah dan mudah menguasai content digital, adalah melibatkan semua pihak untuk promosi gratis di Media Sosial.

Tahun pertama 2015, menurut Don, 80 persen promosi Wonderful Indonesia diarahkan ke branding. Memperkenalkan produk destinasi Indonesia ke seluruh penjuru dunia. "Anda ke mana saja, melihat media apa saja, pasti ketemu Wonderful Indonesia!" kata Don.

Semua media digital yang menjadi trend setter dunia juga selalu bertemu dengan Wonderful Indonesia. "Dari Google, Youtube, TripAdvisor, Baidu, Ctrip, dan lainnya selalu berjumpa dengan national branding Indonesia! Mengapa harus menguasai digital? Sekarang orang search, share, book, sampai payment sudah melalui smart phone, sangat digital!" kata Don Kardono.

Candi Prambanan, candi Hindu terbesar di Indonesia. (Antara/Herka Yanis Pangaribowo)

Tema seminar itu sendiri sebenarnya adalah "The Art of Storytelling: Escalating Indonesia's Tourism to The Next Level." Don mencontohkan bagaimana New Zealand mendongkrak pariwisatanya melalui The Hobbit Village dengan cerita The Lord of The Rings. Lalu Belgia dengan patung Manneken Piss, Inggris dengan Stonehenge.

Phiphi Island Thailand dengan James Bond 2011. Petronas Twins Tower KL Malaysia dengan Tom Cruis Mission Impossible 2013. Korea Selatan dengan drama Sonata Winter 2009. "Kita punya success story di Belitung, dengan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang booming saat difilmkan," kata Don Kardono.

Terakhir, film Ada Apa Dengan Cinta (AADC-2), yang mempopulerkan destinasi baru di Gunung Kidul Jogjakarta. Semua karena kekuatan storyline. "Kunjungan Raja Salman Arab, belum lama, itu juga membangun story baru bagi travellers Arab Saudi, dan sekarang sedang kita promosikan di Arab, dengan tema Napak Tilas Raja Salman di Jakarta, Bogor, Bali dan sekitarnya," kata Don Kardono.