Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Hindari Pengucilan, Beberapa Sekolah Terapkan Larangan Ini

Kamis 15 February 2018 00:25 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Gita Amanda

Mengobrol dengan teman/ilustrasi

Mengobrol dengan teman/ilustrasi

Foto: visualphotos.com
Istilah teman terbaik mulai di larang di beberapa sekolah di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Beberapa sekolah di seluruh dunia mulai melarang istilah best friend atau teman terbaik. Bukan tanpa alasan, ketentuan ini diberlakukan untuk menghindari timbulnya perasaan dikucilkan antar teman kelas maupun teman satu sekolah.

Dilansir di Mirror.co.uk, Rabu (14/2), ungkapan teman terbaik sudah lama popular di tengah remaja yang digunakan baik di dalam dan luar sekolah. Para pengajar ingin mencoba menghilangkannya dari lingkungan pendidikan.

Psikolog asal New York, Barbara Greenberg, menjelaskan, tren pelarangan ungkapan teman terbaik dimulai dari London. Tujuannya, menghentikan eksklusivitas dengan tetap memelihara persahabatan. "Gagasan untuk melarang penyebutan sahabat terbaik merupakan eksperimen sosial yang sangat menarik," tuturnya.

Greenberg menuturkan, pelarangan ini tidak berarti melarang seseorang untuk memiliki hubungan dekat dengan orang lain ataupun mempunyai teman baik. Tapi, yang dilakukan sekolah adalah menumbuhkan persepsi pada diri anak untuk mempunyai lebih dari satu teman tanpa mengekslusifkan siapapun.

Gerakan ini diprediksi berakar di Prine Georges School di London bagian selatan. Upaya pelarangan ini menciptakan pandangan dalam diri anak bahwa berinteraksi dengan beberapa anggota kelompok sebaya adalah hal positif.

Greenberg mengatakan gagasan pelarangan ucapan teman terbaik mendapat dukungan luas di psikologi dan pendidikan. "Saya sudah sering melihat, anak-anak yang merasa terkucilkan karena mereka bukan teman siapapun atau teman terbaik mereka itu telah pindah," ucapnya.

Bukan hanya di sekolah, Greenberg melihat gerakan ini patut diaplikasikan di klub dan tim olahraga. Dampaknya, ada dorongan untuk membantu anak-anak menyadari bahwa hanya memiliki satu orang teman istimewa bukanlah sesuatu yang hebat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES