Rabu , 10 January 2018, 07:08 WIB

Pemilihan Warna Anak Laki dan Perempuan Timbulkan Stereotip

Rep: Novita Intan/ Red: Winda Destiana Putri
The Indiana Express
Pemilihan Warna Anak Laki dan Perempuan Timbulkan Stereotip
Pemilihan Warna Anak Laki dan Perempuan Timbulkan Stereotip

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG - Ketika sedang berbelanja mainan untuk anak, mudah untuk membedakan mana lorong display untuk anak perempuan dan laki-laki. Warna merah muda mendominasi anak perempuan sementara warna biru atau hitam cenderung disukai anak laki-laki.

Tapi, apakah norma gender ini mencerminkan perbedaan biologis yang melekat antara kedua jenis kelamin, atau mereka hanya dibangun berdasarkan budaya ? Seperti dilansir dari laman, Indian Express, membeli mainan berdasarkan warna gender untuk anak-anak Anda dapat memperkuat stereotip. Bahkan, pemikiran ini akan berbahaya yang mengarah pada konsekuensi nyata.
 
Sebuah studi menyebut diskriminasi warna pada mainan dapat memanipulasi gagasan tentang peran gender. Begitu seorang anak belajar tentang identitas gender tertentu, perilaku mereka dapat disesuaikan dengan jenis kelamin secara spesifik.
 
Hal ini semakin membimbing mereka di kemudian hari tentang bagaimana mereka berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar mereka. Semisal, saat mengerjakan pekerjaan di sekitar rumah, seperti memasak, membersihkan hingga memperbaiki barang.
 
"Temuan kami mendukung warna pink (merah muda) versus biru adalah perbedaan gender yang sangat menonjol," kata Peneliti University of Hong Kong, Sui Ping Yeung.
 
Untuk menghambat gagasan stereotip peran gender di kalangan pra-sekolah, ia menyarankan, pembuat mainan dan orang tua harus menghindari pemberian label gender pada mainan, menghilangkan perbedaan warna, dan memproduksi mainan untuk anak laki-laki dan perempuan dalam berbagai warna.
 
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sex Roles, para peneliti merekrut 129 anak pra sekolah, berusia antara lima dan tujuh tahun dan terbagi dalam dua kelompok.
 
Anak-anak di kelompok pertama dipresentasikan dengan kartu berwarna dan mainan yang tidak mengacu pada jenis kelamin tertentu. Namun, anak-anak pra sekolah di kelompok kedua diberitahu bahwa warna kuning adalah warna anak perempuan dan warna anak laki-laki, dan hasilnya perbedaan gender yang muncul dalam pilihan yang mereka buat.