Jumat , 13 October 2017, 18:19 WIB

Cerita Keseharian Pangeran George dan Putri Charlotte

Rep: Retno Wulandhari / Red: Nur Aini
EPA
Pangeran George bersama adiknya Putri Charlotte saat mengikuti kunjungan kenegaraan orangtuanya di Hamburg, Jerman.
Pangeran George bersama adiknya Putri Charlotte saat mengikuti kunjungan kenegaraan orangtuanya di Hamburg, Jerman.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- George dan Charlotte adalah penerus tahta kerajaan Inggris setelah kakek mereka Pangeran Charles (68 tahun) dan ayah mereka Pangeran William (35 tahun). Namun, masa-masa itu masih jauh dari usia mereka yang saat ini baru menginjak angka empat dan dua tahun. Lantas bagaimana keseharian dua bersaudara ini?

Terlahir sebagai pangeran dan putri di kerajaan Inggris, ternyata tidak membuat George dan Charlotte berbeda dari anak-anak pada umumnya. Keduanya tetaplah anak kecil yang bisa saja mengambek, menangis, bahkan tertawa dan bermain bersama kawan-kawan seumuran mereka.

Aktivitas pagi mereka dimulai pada pukul 06.00 dengan sarapan bersama kedua orangtua mereka. Menu sarapannya pun sederhana hampir sama dengan masyarakat Inggris pada umumnya. Menurut orang dalam kerajaan, dikutip Womans World, keduanya menyukai telur rebus dan roti panggang untuk menu sarapan.

Kemudian pada pukul 8.30, George berangkat ke sekolah di Thomass Battersea, London, belajar bersama 560 siswa lainnya. Di sekolah pun, tidak ada perlakuan istimewa terhadap George. Terdaftar dengan nama George Cambridge, teman-teman di sekolah tetap memanggilnya dengan sapaan George, tanpa embel-embel pangeran di depan namanya.

Di sekolah, George tidak enggan bersosialisasi dengan teman-teman lainnya. George pun mendapat predikat terpuji dari gurunya yaitu well-mannered youngster untuk mendeskripsikan bahwa George adalah anak yang baik hati dan penyayang.

Sementara Charlotte, adalah karakter anak perempuan yang tak jarang mengambek ketika menemui sesuatu yang tidak dia sukai. Pernah di satu pagi, Charlotte mendadak tantrum karena tidak mau mengenakan baju yang dipilihkan untuknya. Seolah seperti ibunya, Charlotte memiliki selera tersendiri dalam memilih pakaiannya.

Charlotte juga sangat dekat sekali dengan kakaknya George. Hari pertama George sekolah adalah salah satu masa tersulit bagi Charlotte. Ketika George pergi sekolah untuk pertama kalinya, Charlotte bahkan menangis karena harus ditinggal sang kakak.

Charlotte dan George memang sangat akrab, bersama pengasuhnya Maria, dua bersaudara ini kerap diajak bermain ke taman, bernyanyi hingga menirukan karakter-karakter yang ada di televisi. Sederhana bukan? Aktivitas mereka pun tidak jauh berbeda seperti yang dilakukan oleh anak lain seusia mereka.