Sabtu , 07 October 2017, 06:42 WIB

Pentingnya Ibu Mengaktualisasi Diri

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Indira Rezkisari
Republika/Wihdan Hidayat
Anak dan ibunya.
Anak dan ibunya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada saat perempuan telah menjadi seorang ibu, biasanya mereka akan disibukkan dengan berbagai pekerjaan rumah tangga mulai dari mengasuh anak hingga membersihkan rumah. Larut dengan aktivitasnya, tidak jarang para ibu itu lupa dengan kepentingan diri sendiri.

Urusan domestik seringkali hanya dibebankan kepada kaum ibu. Belum lagi jika ibu juga seorang yang bekerja, beban mereka akan menjadi ganda. Menurut Psikolog Anak dan Keluarga Ratih Ibrahim, hal tersebut memang sering terjadi dan sudah menjadi isu klasik. Padahal ibu juga perlu mewujudkan impian sesuai passion sebagai bentuk aktualisasi diri.

"Kalau bicara soal passion kita semua punya hak untuk mewujudkannya tidak terkecuali bagi ibu-ibu," ujar Ratih.

Ratih menjelaskan aktualisasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas diri. Aktualisasi diri terjadi saat seseorang mampu memanfaatkan potensi diri secara optimal dengan tetap menyadari keterbatasanya.

Jika kebutuhan ini sudah terpenuhi maka seseorang akan merasakan kebahagiaan. Ibu yang mengaktulisasi diri akan memberikan dampak lebih positif untuk keluarga.

"Aktualisasi membuat bahagia dan bahagia membuat seseorang jadi bersinar. Ibu yang bahagia akan membuat keluarga bahagia," kata Ratih menambahkan.

Aktualisasi diri, menurut Ratih, bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya menyempatkan waktu mempelajari apa yang menjadi impian ibu selama ini. Misal jika ibu berkeinginan menjadi chef profesional, ibu bisa menyempatkan waktu mempelajari tutorial memasak atau berkreasi dengan menu-menu baru.