Jumat , 11 August 2017, 17:03 WIB

Berbahayakah Memelihara Anjing Pitbull?

Rep: Ali Yusuf/ Red: Qommarria Rostanti
Antara/Saptono
Anjing Pitbull
Anjing Pitbull

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa hari lalu publik dikejutkan oleh kabar meninggalnya bocah perempuan usia delapan tahun akibat digigit anjing pitbull peliharaan ayahnya. Usai peristiwa tersebut, banyak pihak menyarankan agar tidak lagi memelihara anjing pitbull karena dianggap galak dan menakutkan.

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Dokter Hewan Slamet Raharjo, mengatakan karakter anjing peliharaan merepresentasikan karakter pemiliknya. "Secara umum, anjing dianggap salah satu pet animal yang paling setia pada tuannya," kata Slamet kepada Republika.co.id melalui keterangan tertulisnya, Kamis, (10/8).

Slamet mengatakan di antara kalangan penggemar anjing ada anekdot yang mengatakan bahwa karakter anjing peliharaan merepresentasikan karakter pemiliknya. Untuk itu, dia heran mengapa anjing peliharaan malah justru galak terhadap salah satu anggota keluarga yang memelihara.

Dia menyebut, karakter setiap silsilah anjing juga bisa diprediksi sesuai keturunannya. Namun terkadang ada anomali karakter individu yang sangat dipengaruhi oleh pola pengasuhan saat anjing masih kecil hingga dewasa.

“Nah, anomali karakter individu ini sangat dipengaruhi oleh pola pengasuhan atau pendidikan saat anjing masih puppy sampai dewasa muda sehingga karakter tersebut menjadi permanen,” jelas Slamet.

Menurut dia, pada kasus anjing Pitbull di Malang yang menerkam anak kecil hingga menyebabkan kematian, belum diketahui persis riwayat anjing, apakah dipelihara dari kecil atau baru dirawat setelah dewasa. Selain itu, juga tidak diketahui pola pengasuhan anjing tersebut, termasuk kasih sayang yang diberikan kepada si anjing.

Secara umum, anjing jenis American Pitbull Terrier (APBT), di negara asalnya Amerika Serikat (AS), dijuluki sebagai nanny dog karena karakternya yang manis. Selain itu, Pitbull juga bersifat universal atau dapat berbaur akur dengan anjing lain, protektif terhadap keluarga, atau pemilik serta beberapa kelebihan lainnya. "Seperti sifat teritori yang sangat kuat sehingga direkomendasikan sebagai family dog atu anjing keluarga," kata dia.

Kondisi berbeda terjadi di Indonesia. Dia mengatakan, di Indonesia ada satu anggapan umum bahwa Pitbull adalah satu jenis anjing yang galak dan agresif. Bahkan sampai ditolak atau tidak diakui sebagai breed resmi oleh Perhimpunan Kinologi Indonesia (Perkin) sehingga banyak yang merekomendasikan untuk tidak memelihara anjing Pitbull.

Asumsi semacam ini, kata Slamet, terbentuk di masyarakat karena sebagian besar anjing Pitbull di Indonesia digunakan sebagai anjing pekerja, misalnya dijadikan anjing aduan dengan babi hutan, atau diadu dengan anjing lain serta sebagai anjing untuk lomba adu otot. Dengan adanya asumsi tersebut, sebagian besar masyarakat menjadikan Pitbull sebagai anjing penjaga rumah yang selalu dikandangkan di kandang yang biasanya berukuran relatif kecil.

Dia mengatakan, anjing pekerja yang selalu dikandangkan akan mudah mengalami kebosanan dan dapat memicu munculnya problem tingkah lalu, termasuk berubah menjadi lebih agresif karena sifat teritorinya.

Slamet menduga, anjing Pitbull yang menyerang anak saat itu sedang dalam kondisi bosan. Ketika ada anak kecil yang memasuki teritorinya, maka sebagai anjing yang memiliki naluri sebagai anjing pemburu, secara refleks dia langsung berlari mengejar si anak dan menerkamnya. Gigitan Pitbull biasanya didaratkan di area leher. "Semakin diganggu, gigitannya justru semakin kuat dan semakin tidak mau melepaskan gigitan, yang diduga menjadi penyebab meninggalnya si bocah yang digigit,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ramiza Bazigha (8 tahun), tewas dengan luka parah di bagian leher akibat digigit Pitbull, anjing peliharaan orang tuanya. Ramiza yang diadopsi sejak usia 2 tahun sudah dimakamkan di TPU Mojolangu. Saat kejadian, pada Ahad  (6/8) sore, ibu angkat korban tidak ada di rumah, sedangkan neneknya sedang shalat.