Ahad , 16 July 2017, 12:09 WIB

Sejak Usia Berapa Anak Austime Bisa Terapi Seni?

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Antara/Dewi Fajriani
Seorang anak penderita autisme merangkai manik-manik untuk di jadikan gelang pada kampanye kegiatan Hari Peduli Autis Internasional di Anjungan Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (2/4).
Seorang anak penderita autisme merangkai manik-manik untuk di jadikan gelang pada kampanye kegiatan Hari Peduli Autis Internasional di Anjungan Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (2/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Salah satu terapi yang baik untuk anak autis adalah terapi seni. Sejak usia berapa penyandang autis bisa ikut terapi dan Berapa lama durasinya?

Psikolog dari Tiga Generasi yang fokus menangani anak dan permasalahannya, Saskhya Aulia Prima, M.Psi, menjelaskan terapi seni untuk anak autis bisa dilakukan saat anak autis sudah mulai bisa memegang barang. Karena terapi seni ini bisa melatih sentuhan. Terkadang ada yang sering merasa jijik, pegang apa sedikit tidak mau, pegang cat warna-warni dia tidak suka.

Selain itu, sejak anak sudah mulai duduk juga bisa diajarkan terapi seni. Tapi bukan di kelas yang serius, orangtua cukup memberikan media terapi seni aja. Misalnya alat gambar atau alat musik.

Sementara untuk terapi seni, anak membutuhkan waktu berapa lama? Menurutnya hal ini kembali pada anak. Mereka kuatnya berapa lama.

Ada yang satu atau setengah jam. Untuk pemula, sepuluh menit saja sudah bagus. Bahkan ada yang sampai delapan jam per hari.

“Kalau delapan terlalu berlebihan, kita mulai dulu dari satu jam dua jam. Jadi saya tidak bisa berikan angka pasti, satu session setengah sampai satu jam umumnya, sesi apapun,” ujarnya.