Wednesday, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 February 2018

Wednesday, 5 Jumadil Akhir 1439 / 21 February 2018

Manfaat Terapi Seni pada Penyandang Autis

Ahad 16 July 2017 11:53 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Seorang pria merawat anak dengan autisme di Beijing, Cina. Gangguan autisme lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki daripada perempuan.

Seorang pria merawat anak dengan autisme di Beijing, Cina. Gangguan autisme lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki daripada perempuan.

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Terapi seni menjadi salah satu alternatif upaya rehabilitasi bagi anak dengan autisme. Psikolog dari Tiga Generasi yang fokus menangani anak dan permasalahannya, Saskhya Aulia Prima, M.Psi, memaparkan seni sebenarnya memberikan beberapa manfaat yang bisa didapat untuk anak-anak autis. Seni itu merupakan salah satu penyaluran bagi anak penyandang autisme dalam menyalurkan ekspresi pikiran dan perasaan mereka.

Karena sebenarnya problem utama anak autis ada di komunikasi, terutama mengekspresikan apa yang mereka rasakan dan pikirkan. Jadi melalui kegiatan seni, ekspresi mereka bisa lebih dikeluarkan karena lebih jujur. Salah satunya untuk mengekspresikan emosi dan pikiran mereka,” ujarnya kepada Republika.co.id, beberapa waktu lalu.

Selain itu, seni mampu membantu mengurangi stres dan ketegangan sehari-hari. Karena kegiatan seni itu merupakan sesuatu yang menyenangkan buat anak autis maupun yang tidak.

Jadi pada saat melakukan kegiatan seni mereka bebas, hingga bebas stres. “Seni mampu menghilangkan ketegangan sehari-hari, kegiatan seni ini selain menyenangkan juga terapeutik,” tambahnya.

Seni juga membantu memberikan paparan lingkungan sosial, membantu meningkatnya daya pengelolaan sensitivitas indera-indera mereka. “Dengan kegiatan seni seperti menggambar ini pun orangtua dapat mengetahui bakat, minat dan potensi anak-anak mereka di masa datang nanti,” ujarnya.

Dengan seni, anak menjadi tidak terlalu stres dan bisa berkomunikasi. Seni juga bisa untuk mengasah kemampuan sosial anak autis. “Mereka ikut kegiaan ada teman-teman lain, karena masalah ada dikomunikasi dan interaksi sosial, kalau ada kegiatan

bersama teman-teman itu membuat mereka terlatih juga kemampuan sosialnya,” ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pemprov DKI Jakarta akan Tambah Jalur Sepeda

Selasa , 20 February 2018, 20:09 WIB