Senin , 17 April 2017, 17:24 WIB

Lansia Harus Diberdayakan

Rep: Rizma Riyandi/ Red: Esthi Maharani
epublika/Aditya Pradana Putra
Lansia
Lansia

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan keberadaan orang-orang lanjut usia (lansia) harus diberdayakan. Selain mengurangi beban sosial masyarakat, pemberdayaan tersebut ditujukan untuk memelihara kesehatan dan kualitas hidup para lansia sendiri.

Muslimatun menuturkan, pemberdayaan dapat dilakukan dengan membentuk paguyuban lansia. Melalui paguyuban tersebut mereka dapat beraktivitas dan mengadakan kegiatan bersama-sama. Salah satu bentuk paguyuban yang dapat diikuti para lansia di antaranya Pesantren Pemberdayaan Lansia.

“Pesantren Pemberdayaan Lansia ini merupakan wadah bagi para lansia untuk menjalin tali silaturahmi dengan sesama lansia,” kata Muslimatun, Senin (17/4). Ia berharap dengan kualitas hidup yang baik, para lansia dapat menghadapi dan menjalani usia lanjut dengan penuh kebahagiaan.

Di sisi lain Muslimatun mengemukakan, dalam penanganan para lansia, setidaknya ada dua pihak yang berperan penting. Antara lain keluarga dan lansia itu sendiri. Dalam hal ini, keluarga harus mampu memahami apa dan bagaimana perlakuan yang tepat terhadap para lansia. Keluarga juga harus dapat mengerti kebutuhan lansia. Baik dari sisi kesehatan dan psikologis.

“Maka itu keluarga harus tahu apa saja yang diperlukan oleh para lansia,” kata Muslimatun.

Menurutnya, selama ini Pemkab Sleman telah memberikan perhatian pada para lansia melalui beberapa program kerja. Di antaranya dengan penanganan kesehatan lansia melalui pembinaan kelompok/Posyandu usia lanjut, pelatihan kader usia lanjut di bidang kesehatan, pembinaan senam bugar usia lanjut, serta pendampingan kelompok Usaha Ekonomi Produktif Lanjut Usia (USEP Lansia).

Adapun usia harapan hidup di Sleman sekarang mencapai 74,57 tahun. Sementara jumlah penduduk berusia lanjut di atas 60 tahun mencapai 156.068 orang. Angka tersebut terdiri dari 80.280 orang perempuan dan 75.788 orang laki-laki.

Sebagian lansia tersebut masih banyak yang aktif dalam berbagai kegiatan atau paguyuban. “Hal ini menunjukkan bahwa para lansia masih mampu berkarya dan memiliki hidup yang berkualitas,” ujar Muslimatun. Ia berharap ke depannya partisipasi lansia dalam paguyuban dapat meningkat.

Berita Terkait