Ahad , 19 March 2017, 22:55 WIB

'Jangan Biarkan Anak Akses Internet Sendirian'

Rep: Christiyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih
familyshare.com
Anak bermain internet (ilustrasi)
Anak bermain internet (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pornografi dan kejahatan seksual kian banyak memakan korban anak-anak di bawah umur. Fenomena ini tak lepas dari makin mudahnya akses ke dunia maya oleh anak-anak. Menyikapi kondisi ini pakar komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Zamrozi, menyarankan agar orang tua selalu mendampingi anak-anak jika mereka sedang mengakses internet.

"Kadang kita merasa keren kalau rumah sudah terpasang wifi padahal di sisi lain bisa jadi petaka buat anak-anak," ujarnya saat ditemui Republika, Ahad (19/3) di Malang.

Anak-anak yang dengan leluasa mengakses internet sendirian di dalam kamar misalnya, rentan terpapar konten pornografi.  Salah satu solusinya adalah mengganti wifi dengan internet kabel di rumah. Dengan demikian akses internet hanya bisa dilakukan lewat komputer. Selain itu, komputer sebaiknya diletakkan di bagian rumah yang paling terlihat agar anak terawasi.

Konsep literasi media juga penting dipahami oleh para orang tua. Dengan demikian orang tua dapat memilah dan memilih konten sehat serta edukatif bagi buah hatinya termasuk dalam hal penggunaan media sosial (medsos). Tak bisa dipungkiri, banyak anak-anak di bawah umur yang kini lihai menggunakan medsos.

"Orang tua harus tahu dampak negatif medsos bagi anak-anak di bawah umur, itu bagian dari literasi," jelas Kepala Laboratorium Komunikasi UMM tersebut. Menurutnya anak-anak lebih baik diarahkan pada kegiatan yang mengasah kemampuan motorik dan kepekaan sosial daripada sibuk bermain medsos.