Ahad , 19 Maret 2017, 18:42 WIB

Bahaya Anak di Bawah Umur Punya Akun Medsos

Rep: Christiyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih
pixabay
Ilustrasi Media Sosial
Ilustrasi Media Sosial

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Bahaya mengintai anak-anak di bawah umur yang sudah memiliki akun media sosial (medsos) sendiri. Namun, sayangnya efek negatif media sosial bagi anak di bawah umur sering tidak disadari oleh orang tua.

Dosen Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Zamrozi, menekankan pentingnya literasi media oleh para orang tua di zaman serba digital ini. Zamrozi mengatakan, orang tua yang membiarkan anak di bawah umur bermain medsos sama riskannya dengan membiarkan anak SD naik motor sendiri.

Ketika mengakses medsos, yang diperlukan tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga secara emosi. "Mungkin anak SD bisa terampil mengendarai motor, tapi emosi ketika di jalan bagaimana? Begitu juga dengan medsos," katanya kepada Republika.co.id, Ahad (19/3).

Persoalannya saat ini, orang tua cenderung bangga jika anak sudah memiliki akun medsos. Bahkan ada juga orang tua yang sengaja membuatkan akun medsos bagi anak-anaknya. Semua itu terjadi karena termakan tren dan merasa 'gaul' jika anak-anak punya akun medsos.

Padahal, medsos adalah ruang terbuka tanpa sekat dan orang tua biasanya jarang mengawasi penggunaan medsos oleh anak. Ia pun mengambil contoh kasus terkuaknya grup Facebook pedofilia Loly Candy's yang melibatkan empat tersangka.

"Bukan tidak mungkin anak-anak yang suka main medsos dan mengunggah foto jadi sasaran kejahatan seksual karena mereka mudah dirayu," ujar kepala Laboratorium Komunikasi UMM ini.

Zamrozi menyarankan orang tua harus mengawasi kegiatan anak di medsos. Anak-anak di bawah umur yang sudah mempunyai medsos juga perlu diarahkan pada kegiatan-kegiatan seperti bermain di alam atau bergabung di kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian waktu anak untuk bermain medsos tereduksi.

Berita Terkait