Thursday, 9 Ramadhan 1439 / 24 May 2018

Thursday, 9 Ramadhan 1439 / 24 May 2018

Larb Kai Kuliner Laos Pembawa Keberuntungan

Selasa 15 May 2018 16:30 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Indira Rezkisari

Larb Kai makanan tradisional Laos yang dipercaya membawa keberuntungan

Larb Kai makanan tradisional Laos yang dipercaya membawa keberuntungan

Foto: Republika/Andrian
Larb Kai selalu tersedia di perayaan keagamaan atau pernikahan.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Jika sedang melancong ke Laos, jangan lupa untuk mencicipi kuliner tradisionalnya. Dua diantara banyaknya kuliner tradisional Laos yang wajib dinikmati adalah Larb Kai dan Tam Mak Houng.  

Larb Kai merupakan salad daging cincang. Bahan dasar daging yang digunakan pun berbeda-beda setiap pembuatnya, ada yang menggunakan daging sapi, daging ayam hingga daging babi.

Xaixana Chanthavong salah seorang koki kuliner tradisional Laos kepada Republika.co.id beberapa waktu lalu menjelaskan cara membuat Larb Kai. Daging yang hendak dicincang terlebih dulu direbus sekitar 10 menit.

Setelah dicincang daging dicampur dengan beragam sayur-sayuran seperti kacang panjang, daun mint hingga perasan jeruk nipis. Untuk menyantapnya, Larb Kaib biasa dimakan dengan menggunakan nasi bakar yang ditumbuk halus.

Untuk rasa, Larb Kai cenderung pedas lantaran banyaknya cabai yang digunakan. Masyarakat Laos percaya menyantap Larb Kai akan membawa keberuntungan.

"Makan ini berarti keberuntungan, hidupmu akan beruntung. Karena itu Larb Kai ada di acara pesta seperti pernikahan atau acara agama," kata Xaixana.

Lain lagi dengan Tam Mak Houng, atau salad Pepaya. Dari namanya sudah jelas, kuliner yang satu ini mengandalkan pepaya yang sudah diiris-iris tipis memanjang sebagai bahan utamanya.

Irisan pepaya ini dipadukan dengan ikan yang sudah ditumbuk, diberi bumbu, dan disimpan beberapa hari sebelumnya. Untuk ikan, masyarakat Laos biasanya memperoleh dari sungai Mekong.

Aroma Tam Mak Hong begitu menyengat dihidung, rasanya sangat pedas namun segar untuk dinikmati. Anda hanya perlu merogoh kocek Rp 5 ribu sampai Rp 25 ribu untuk mencicipinya.  

"Masyarakat Laos sering membuat ini di rumah, tapi juga bisa diperoleh di pasar maupun restoran," katanya.

Xaixana sempat memperkenalkan Larb Kai dan Tam Mak Hong pada masyarakat Indonesia saat berlangsungnya UNS Cultural Night yang berlangsung di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 15 Mei lalu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES