Jumat , 13 Oktober 2017, 21:40 WIB

60 Petani Bandung Ikuti International Coffee Festival 2017

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Yudha Manggala P Putra
Antara/Budi Candra Setya
Sejumlah wisatawan asing menikmati kopi gratis. Ilustrasi
Sejumlah wisatawan asing menikmati kopi gratis. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 60 orang petani kopi asal Kabupaten Bandung mengikuti International Coffee Festival 2017 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bandung di Festival Citylink, Bandung, Jumat (13/10). Kegiatan tersebut juga akan diisi oleh perlombaan Kopi Master yaitu lomba antar-Barista di seluruh Indonesia dengan juri yang berasal dari internasional.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengungkapkan kegiatan festival diadakan untuk yang keempat kali dalam rangka memperingati hari kopi internasional yang jatuh pada 1 Oktober lalu. Selain itu, kegiatan Kopi Master dilaksanakan untuk menambah semarak kegiatan yang diikuti 14 barista di seluruh Indonesia.

"Insy Allah kegiatan adu kemampuan antar Barista (Kopi Master) tingkat nasional akan dilaksanakan pertahun," ujarnya kepada wartawan disela-sela acara Festival Kopi Internasional di Kota Bandung, Jumat (13/10).

Ia menuturkan, dengan pelaksanaan kegiatan festival diharapkan terjadi sinergi antata petani kopi, dunia usaha serta pemerintah daerah. Selain itu, masyarakat umumnya diharapkan mengenal kopi arabika asal Kabupaten Bandung seperti di Gunung Puntang, Cileunyi, dan lain-lainnya.

Menurutnya, perlombaan Kopi Master sendiri melibatkan juri yang merupakan pakar kopi dan salah satunya berasal dari Korea Selatan serta juri Kopi Master yang memiliki peringkat kelima di dunia. Pemenang Kopi Master akan mendapatkan sertifikat bertingkat internasional.

Sementara itu, Petani Kopi asal Margamulya, Kabupaten Bandung, Aleh mendukung kegiatan festival yang diselenggarakan pemerintah daerah. Sebab, dengan itu para petani bisa langsung bertemu dengan pembeli yang berasal dari berbagai kalangan. "Tadi ada buyers dari Korea, nanti saat panen 2018 kita Insya Allah akan mengirim ke Korea," ujar sosok lelaki yang pernah menghidangkan kopi untuk Presiden Joko Widodo dan para menteri kabinet kerja beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan, kopi miliknya sudah dipasarkan ke luar negeri dengan skala yang masih kecil. Sementara itu, jika mengirim dengan skala besar pihaknya sulit menerima itu sebab dana yang dibutuhkan pun sangat besar. Sehingga biasanya jika akan mengekspor dengan skala yang besar biasanya dijual terlebih dahulu ke pedagang di Medan.

"Mereka (pedagang) di medan yang mengekspor ke luar negeri," ungkapnya. Ia menuturkan, sejak 2001 pihaknya konsisten untuk menggeluti usaha kopi hingga saat ini.