Kamis , 12 October 2017, 08:29 WIB

De'Dapoer Kuta, Resto Bersertifikat Halal di Bali

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari
Republika/Muthia Ramadhani
Kafe De'dapoer Kuta, Bali.
Kafe De'dapoer Kuta, Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, KUTA -- Seberapa halal restoran-restoran di Bali? Pertanyaan tersebut tak perlu muncul di De'dapoer Kuta. Restoran yang merupakan bagian dari grup Rhadana Hotels dan Resorts ini sudah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak awal berdirinya.

Tidak ada daging babi di dapur restoran ini. Tidak ada alkohol atau anggur yang ditambahkan dalam masakannya. Tidak ada kandungan gelatin atau bahan-bahan nonhalal lain di puluhan botol bumbu dapurnya. Inilah yang membuat De'dapoer disukai banyak pelanggan setia Muslim, bahkan non-Muslim di Pulau Dewata.

Kafe De'dapoer Kuta baru berdiri setahun terakhir. Meski demikian, tempat ini sudah menjadi lokasi langganan pertemuan dan perjamuan berbagai komunitas, blogger, perusahaan, dan pengunjung luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Jepang, dan Korea, serta negara-negara Eropa, seperti Prancis, Italia. Persentasenya 60 persen asing dan 40 persen domestik.

De'dapoer dirancang untuk lebih dikenal publik, bukan hanya tamu Hotel Rhadana saja. Meski restoran halal, De'dapoer tak menghilangkan unsur tradisional Bali. Seluruh pelayannya berpakaian Bali. Ini juga karena sebagian besar karyawan de'dapoer adalah masyarakat lkal, terutama beragama Hindu.

Pemilik tak melakukan promosi berbayar untuk mempopulerkan restoran ini. General Manager Oasis Hospitality Management, Budiman Tanto Widjaja bercerita banyak blogger, komunitas, hingga bos perusahaan besar menghubungi langsung De'dapoer untuk melakukan reservasi.

"Mereka sangat senang mengetahui restoran ini sudah disertifikasi halal," kata Budiman kepada Republika.co.id.



De'dapoer Kuta bisa menampung pengunjung hingga 40 orang didukung 20 orang karyawan. Ada ruangan khusus merokok, serta ruangan pertemuan berkapasitas besar. Berbagai aktivitas menarik digelar di sini, mulai dari reuni, arisan, ulang tahun, perjamuan kantor, private gathering, buka puasa, kumpul komunitas hijabers, hingga pengajian bersama.

Restoran De'dapoer mempertahankan konsep dapur rumah Indonesia. Menu-menu De'dapoer sudah ada sejak 20 tahun lalu.

Resepnya kemudian disempurnakan oleh koki-koki handal dengan menggabungkan konsep asli resep masakan Indonesia tempo dulu yang disajikan dengan gaya modern. Tujuannya memuaskan seluruh pelanggan, baik tua maupun muda.

"Ada cerita dan nostalgia tentang ibu saya di restoran ini, misalnya pada penamaan menu-menu masakannya," kata Rainier H Daulay, pemilik De'dapoer Kuta.

Beberapa contoh menu andalan De'dapoer adalah Sop Buntut Si Mpok, Ayam Goreng Mamie, Nasi Goreng Kambing, dan Nasi Campoer Tamblingan. Sop Buntut Si Mpok menjadi makanan favorit pengunjung. Menu ini sering habis sebelum waktunya, sehingga banyak pelanggan yang kehabisan.

Sang Ibunda bernama Raden Ayu Kalsoem Hoesin yang kini berusia 92 tahun. Makanan yang kerap disajikan beliau untuk anak-anaknya menjadi menu andalan di De'dapoer, yaitu masakan Nusantara dengan sentuhan otentik modern. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi turis-turis asing yang berwisata kuliner di Bali.

Outlet pertama restoran halal ini berada di Jalan Raya Kuta 88R, Badung, persis di area lobi Hotel Rhadana, hotel yang menjawarai ajang World Halal Tourism 2016. Outlet kedua terletak di depan area The Oasis Lagoon Sanur Hotel di Jalan Danau Tamblingan Nomor 136A.

Cristina Brasov adalah salah satu pengunjung De'dapoer dari Romania. Awalnya Brasov tak sengaja datang ke restoran ini. Ketika lapar, wanita berusia 73 tahun ini ditawari Sop Buntut Si Mpok.

"Baru kali ini saya menemukan sop buntut yang rasanya menakjubkan. Makan malam saya menjadi istimewa," ujarnya.

Brasov memilih mengeksplorasi masakan-masakan Asia selama berpelesir di Bali. Cita rasa pedas hingga sangat pedas adalah pesona kuliner Indonesia yang paling disukainya. "Jika Anda ke Eropa, Anda belum tentu menemukan yang seperti ini," ujarnya.

Brasov juga memuji ramah tamah pelayan De'dapoer yang tak segan menyapa dan tersenyum ke pengunjung. Sederet artis dan tokoh papan atas Indonesia pernah bersantap di sini, mulai dari Dwiki Dharmawan, Indra Lesmana, Rima Melati, Samuel Rizal, hingga Ustaz Felix Siauw.



Berita Terkait