Jumat , 22 September 2017, 09:40 WIB

Berapa Banyak Konsumsi Ikan di Bali?

Red: Esthi Maharani
ROL/C19
Ikan Kerapu di Resr
Ikan Kerapu di Resr

REPUBLIKA.CO.ID, MANGUPURA -- Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, Bali, Putu Oka Swandiana mencatat sebanyak 45 ton ikan hasil tangkapan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia dijual untuk konsumsi restoran dan rumah makan rata-rata setiap bulannya.

"Hasil tangkapan nelayan ini dijual ke kafe-kefe, restoran dan rumah makan di Pantai Jimbaran, Pantai Kedonganan, Pantai Muaya dan Pantai Kelan," ujar Oka Swandiana di Mangupura, Jumat (22/9).

Ia mengatakan, dalam sehari sebanyak 1,5 ton ikan dipasok ke restoran dan kafe di daerah itu, karena ikan yang dihasilkan nelayan memiliki kualitas ikan masih segar.  Untuk ikan yang paling banyak dibeli untuk konsumsi restoran dan kafe di daerah ini seperti ikan kerapu, kepiting, kakap dan udang tambak.

"Untuk ikan jenis udang ini paling banyak didatangkan dari Banyuwangi, Situbondo, Yogyakarta dan Madura untuk kebutuhan restoran," katanya.

Sedangkan, ikan jenis lobster yang sebagian kecil hasil tangkapan nelayan pesisir di Kabupaten Badung juga paling banyak diminati para konsumen restoran di daerah itu.

"Saya berharap dengan banyaknya restoran yang membeli hasil tangkapan nelayan di Badung dan luar Bali, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," ujarnya.

Untuk harga ikan kepiting saat ini mencapai kisaran harga Rp70.000 per kilogram (kg), untuk jenis ikan snaper, kakap dan bambang dijual dijual dengan harga Rp50.000/kg.

Sedangkan, ikan jenis lobster nelayan menjual ke restoran dengan harga Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per kilogram, ikan kerapu Rp60.000/kg dan ikan jenis udang tambak Rp100 ribu hingga Rp175 ribu per kilogram.

"Harga ikan dipasaran ini bisa saja berubah-ubah sesuai stok dan permintaan pasar. Harga ikan yang ditawarkan para nelayan ke sejumlah restoran ini, sebanding dengan mutu dan kualitas ikan yang dijual karena kondisinya masih segar," katanya