Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Tiga Soto Legendaris yang Wajib Dicicipi

Jumat 11 August 2017 09:14 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Indira Rezkisari

Soto Tangkar Tanah Tinggi

Soto Tangkar Tanah Tinggi

Foto: Republika/Novita Intan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tercatat lebih dari 5.300 jenis makanan asli Indonesia. Salah satunya soto.

Uniknya, tiap daerah memiliki jenis yang sangat beragam dan cukup berbeda. Tapi, tetap yang menjadi benang merah adalah penggunaan daging sebagai bahan utamanya dan kuah.

Melalui agenda kuliner bertema 'Kampoeng Legenda' di Mal Ciputra Jakarta, kuliner makanan paling favorit di masyarakat Indonesia itu hadir dalam cita rasa legendaris di berbagai daerah. Sebut saja, Soto Tangkar Tanah Tinggi. Soto ini sekilas mirip dengan soto betawi, yang membedakan hanya kuahnya. Kalau soto betawi kuahnya pakai susu, sedangkan soto tangkar pakai santan.

Dengan begitu, jika soto betawi berkuah putih atau kuning, soto tangkar ini kuahnya kuning pekat hampir merah. Adapun isi dari soto tangkar ini beragam, disesuaikan dengan selera.

"Isian soto ada daging sapi, iso, babat, paru, kikil, tulang muda dan tulang rawan dari telinga, dari kepala sapi sampai buntutnya ada semua, lalu tulang muda," ujar penerus pemilik Soto Tangkar Tanah Tinggi, Junaedi kepada Republika.co.id, di Jakarta, Kamis (10/8).

Untuk harga satu porsi soto tangkar ini adalah Rp 45.000 plus nasi. warung soto tangkar buka dari Senin hingga Ahad. Buka dari pukul 11.00 hingga 19.00 WIB di kawasan Senen, tepatnya di Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Kemudian, kuliner soto tak kalah enak adalah Soto Ahri ini dibuat oleh Haji Ahri tahun 1943. Kemudian dilanjutkan oleh Haji Endang. Dan hingga kini, soto yang rasanya lezat masih ada bahkan tenar sampai ke Bandung.

Dalam mengembangkan bisnis kulinernya di Bandung, mereka tetap mempertahankan rasa sesuai resep keluarga turun temurun.  "Kuah kuning kunyit dengan santan dan tambahan rempah-rempah khusus," kata karyawan Soto Ahri, Ridwan.

Untuk mempertahankan proses memasak dan tekniknya, tetap menggunakan daging muda. Yang proses memasaknya tidak membutuhkan waktu lama.

Daging muda dimasak selama tiga jam agar empuk. Sedangkan daging yang tua akan boros gas, karena dagingnya alot, lama empuknya bisa sampai enam jam. Harga satu porsi Soto Ahri ini adalah Rp 30.000 plus nasi.

Terakhir, soto legendaris berasal dari Surabaya. Uniknya Soto Madura dibungkus dengan daun pisang dengan porsi kecil dan rasa dagingnya empuk tak lupa ditambah kuah yang rasanya sedap yang bikin ketagihan ingin menambah lagi.

Nasi bungkus daun pisang menandai keaslian soto. Harga yang ditawarkan Rp 30 ribu plus nasi. Meski namanya Soto Madura, kuliner ini hanya buka di Ruko Jalur Sutera, Jalan Jalur Sutera, Serpong Utara, Tangerang. Buka mulai jam 09.00 hingga 21.00.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jujitsu West Java Open Championship I

Ahad , 18 February 2018, 20:49 WIB