Rabu , 06 December 2017, 05:20 WIB

Telepon Pintar Berisiko Perlambat Fungsi Otak

Rep: Dea A Soraya/ Red: Indira Rezkisari
pixabay
Gadget seperti dua sisi pisau di anak dan remaja, fungsinya bisa memberi efek positif termasuk negatif.
Gadget seperti dua sisi pisau di anak dan remaja, fungsinya bisa memberi efek positif termasuk negatif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Istilah 'ketergantungan smartphone' ternyata bukan hanya tidak sedap didengar, tapi juga menyebabkan dampak yang serius bagi kesehatan. Sebuah studi Radiological Society di Amerika Utara mengungkapkan bahwa terlalu lama bermain smartphone dapat menyebabkan tidak seimbangnya fungsi otak.

Studi tersebut menggunaan spektroskopi resonansi magnetik untuk melihat kinerja otak para remaja yang diduga mengalami kecanduan pada fitur telepon pintar dan jejaring sosial. Penelitian ini melibatkan 19 remaja yang telah didiagnosis mengalami ketergantungan internet, dengan usia rata-rata 15 tahun.

Berdasarkan hasil temuannya, Profesor Neuroradiologi Universitas Korea di Seoul, Korea Selatan, Dr Hyung Suk Seo menyebutkan, tingkat depresi, kegelisahan, insomnia bahkan implusif seorang yang memiliki ketergantungan pada telepon pintar dan internet dapat lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak. Dalam pemeriksaan Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS) yang dilakukan untuk menilai metabolisme otak, diketahui bahwa remaja dengan kecanduan internet yang lebih tinggi dapat memiliki rasio Asam Gamma Aminobutirat (GABA) lebih tinggi.

Menurut Seo, Asam Gamma Aminobutirat adalah neurotranmitter yang menghambat reaksi dan tanggapan neurologis dari otak. Tingginya rasio GABA, bukan hanya dapat merugikan dan memperlambat kinerja otak, tapi juga menghilangkan fungsi integrasi dan regulasi dari jaringan staraf kognitif dan emosional yang berpusat pada otak, seperti dilansir dari Ubergizmo.