Rabu , 18 October 2017, 19:09 WIB

Dampak Stres Mirip dengan Kebanyakan Makan Junk Food

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari
Republika/Rakhmawaty La'lang.
Wanita di kota besar rentan dengan stres dalam kehidupannya.
Wanita di kota besar rentan dengan stres dalam kehidupannya.

REPUBLIKA.CO.ID, PROVO -- Stres ternyata sama tidak sehatnya dengan terlalu banyak makan junk food. Kemiripan efek dua hal itu bagi tubuh terungkap dalam studi yang dilakukan pakar di Universitas Brigham Young di Provo, Utah, Amerika Serikat.

"Tadinya kami menganggap stres adalah murni fenomena psikologi, tapi ternyata menyebabkan perubahan fisik yang berbeda," ungkap Profesor Laura Bridgewater yang menggagas penelitian, dikutip dari laman Indian Express.

Studi yang termuat dalam jurnal Nature Scientific Reports itu diterapkan pada sekelompok besar tikus jantan dan betina. Bridgewater dan rekan studi dari Universitas Jiao Tong Shanghai memberi makan sebagian tikus dengan diet tinggi lemak dan memapar sebagian lagi dengan stres ringan.

Periset menemukan perbedaan pada tiap gender, bahwa tikus jantan dengan diet tinggi lemak menunjukkan kecemasan lebih tinggi daripada tikus betina. Para tikus jantan dengan diet tinggi lemak juga menunjukkan penurunan aktivitas sebagai respons mereka terhadap stres.

Temuan lain, peneliti menjumpai perubahan komposisi mikrobiota usus hanya pada tikus betina yang stres, sementara tidak pada tikus jantan. Dengan kata lain, sejumlah tikus betina yang terpapar stres seolah-olah juga menjalani diet tinggi lemak.

Peneliti percaya bahwa studi yang baru diterapkan pada hewan itu punya implikasi signifikan pada manusia. Apalagi, selama ini masyarakat meyakini bahwa perempuan memiliki tingkat stres, depresi, dan kecemasan yang lebih tinggi daripada pria.

"Studi ini menunjukkan kemungkinan bahwa mikrobiota usus perempuan dan lelaki bisa saja memiliki perbedaan cara dalam merespons stres," kata Bridgewater.