Jumat , 13 October 2017, 21:12 WIB

Asuhan Paliatif Diharap Berintegrasi dengan Sistem Kesehatan

Rep: Dessy Susilawati/ Red: Yudha Manggala P Putra
theguardian.com
(ilustrasi)
(ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia diharap mengintegrasikan asuhan paliatif dalam setiap jenjang sistem kesehatan Indonesia. Tujuannya agar ratusan ribu anak Indonesia dapat hidup terbebas dari nyeri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kartika Kurniasari selaku CEO Yayasan Rumah Rachel. "Visi kami adalah tidak ada lagi anak yang harus hidup atau meninggal dalam kesakitan," ujarnya pada pembukaan instalasi The Living Wall di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta, dalam rangka Hari Asuhan Paliatif Anak Sedunia, Jumat (13/10).

Didirikan pada tahun 2006, Yayasan Rumah Rachel adalah pelopor asuhan paliatif di Indonesia, menyediakan pengelolaan nyeri serta dukungan emosional dan sosial bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di daerah Jakarta dan sekitarnya yang hidup dengan kanker stadium akhir dan HIV AIDS.

Yayasan Rumah Rachel juga menyediakan pelatihan asuhan paliatif bagi tenaga kesehatan dan anggota masyarakat dalam usahanya untuk meningkatkan akses asuhan paliatif bagi semua warga Indonesia.

"Dalam rangka Hari Asuhan Paliatif Anak Sedunia, kami bermaksud mengajak masyarakat untuk mendukung asuhan paliatif bagi begitu banyak anak-anak yang hidup dengan penyakit berat serta keluarganya di Jakarta. Tapi kami pun menyadari bahwa pekerjaan kami belum selesai, mengingat besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia," jelas Kartika.

Ia menambahkan Jaminan Kesehatan Nasional telah memungkinkan jutaan warga Indonesia mendapat perawatan yang mereka butuhkan sejak 2014. Pihaknya mengimbau pemerintah Indonesia untuk meningkatkan layanan JKN ke jenjang yang bahkan lebih baik lagi, dengan mencakup layanan asuhan paliatif dan biaya-biaya terkait baik dalam lingkungan rumah sakit maupun rumah pasien.

Pemerintah juga dapat membantu memastikan penerapan asuhan paliatif berjalan baik dengan menerbitkan panduan dan kebijakan untuk memasukkan asuhan paliatif sebagai komponen inti sistem kesehatan nasional. "Jika kita bekerja bersama, semua hal di atas bisa merubah hidup ratusan ribu anak-anak yang hidup dengan penyakit berat dan keluarga mereka di berbagai penjuru Indonesia," tambahnya.