Kamis , 14 September 2017, 06:28 WIB

Jarang Sarapan Memicu Tubuh Kegemukan

Rep: Novita Intan/ Red: Indira Rezkisari
pixabay
Jangan mengabaikan kebiasaan sarapan.
Jangan mengabaikan kebiasaan sarapan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebiasaan buruk melewatkan sarapan bisa memicu kegemukan. Sebab sarapan mempunyai peranan penting untuk menyimpan energi selama ativitas seharian penuh.

Ahli Gizi, Dr Samuel Oetoro, MS, Sp.GK mengatakan jika seseorang tidak sarapan menyebabkan gula darah rendah. Akibatnya pada siang hari seseorang akan kalap untuk makan siang karena kelaparan.

"Waktu tidak sarapan pasti siang akan kalap makannya, itu langsung gula darah menjadi tinggi. Terjadi timbunan lemak dan berisiko menyebabkan obsetitas," ujarnya di Jakarta.

Menurutnya, penting bagi seseorang untuk mengonsumsi sarapan seimbang di pagi hari yang terdiri dari makanan karbonhidrat, protein, serat, vitamin dan mineral. Rata-rata masyarakat urban Indonesia menghabiskan sekitar 11 jam dalam menjalani rutinitasnya yang padat termasuk ketika terjebak di tengah kemacetan. Masyarakat dengan gaya hidup aktif membutuhkan asupan energi yang tinggi setiap harinya, sebab jumlah kalori yang terbakar pun berjumlah besar.

Data dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) menunjukkan, wanita berusia 25-35 tahun membutuhkan 2.150-2.250 kalori per harinya sedangkan pria dalam rentang usia tersebut membutuhkan 2.625-2.675 kalori. Asupan nutrisi yang seimbang di pagi hari menjadi begitu penting, karena asupan makanan pertama dapat memenuhi 15-30 persen dari kebutuhan gizi sehari-hari.

Sehingga sarapan pagi merupakan awal yang baik untuk menjalani hari yang produktif dan penuh semangat. "Setelah hampir tujuh jam saluran pencernaan beristirahat selama tidur, tubuh membutuhkan asupan makanan untuk menyokong energi untuk beraktivitas," ucapnya.