Ahad , 13 August 2017, 22:31 WIB

Ini Penyebab Wanita Berpotensi Terkena Kanker Serviks

Rep: dyah ratna meta novia/ Red: Karta Raharja Ucu
Antara
Deteksi Dini Kanker Serviks
Deteksi Dini Kanker Serviks

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter Spesialis Obgyn Siloam Hospitals, dr Dyana Safitri Velies mengingatkan kembali akan pentingnya deteksi dini bagi pencegahan kanker serviks bagi wanita di seluruh Indonesia. "Tak lebih dari 10 pasien baru datang untuk berkonsultasi di RS Siloam Lippo Village Karawaci, terkait kesehatan mulut rahim setiap bulannya. Sementara sisanya datang setelah terinveksi pada stadium ketiga ke atas, karena tidak melakukan deteksi dini, lumayan banyak pasien datang dalam keadaan stadium lanjut," ujar Dyana dalam siaran persnya, Ahad (13/8).

Ia berkata, penyebab pasien datang dalam keadaan stadium lanjut karena pengetahuan dan edukasi bahaya kanker serviks kurang. Selain itu paradigma salah yang beredar di masyarakat bahwa kanker serviks hanya terjadi pada wanita usia lanjut.

Perlu diketahui untuk kanker serviks terjadi pada wanita dengan segala usia. Untuk itu pemeriksaan pap smear perlu dilakukan sejak awal.

"Human papilloma virus (HPV) merupakan virus pencetus kanker serviks. Sekitar 70 sampai 75 persen, mereka yang aktif secara seksual berpotensi tinggi meningkatkan kankers serviks,” ujarnya.

Guna pencegahan dan penanganan, terang Dyana, ia mengingatkan bahwa ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker serviks. Antara lain lewat Iva, pap smear, dan terbaru ini ada HPV DNA.

"Deteksi dini ini juga bisa dilakukan mulai dari puskesmas, jadi masih sangat terjangkau untuk tetap sehat," kata Dyana.

Perlu diketahu, inveksi pada kanker rahim membutuhkan rentang waktu antara 20-30 tahun. Adapun upaya pencegahan yang bisa dilakukan antara lain, jangan berhubungan seksual saat remaja, setia pada pasangan suami/istri, gunakan pelindung, dan terapkan pola hidup sehat.