Senin , 17 July 2017, 05:32 WIB

Memahami Terapi Hipnotik tanpa Obat

Rep: Novita Intan/ Red: Indira Rezkisari
Antara
Dokter memeriksa pasien.
Dokter memeriksa pasien.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pemahaman awam mengenai aplikasi hipnosis untuk terapi selama ini lebih pada relaksasi yang dilanjutkan dengan pemberian sugesti. Banyak yang belum mengerti bahkan tidak tahu bahwa dalam kondisi hipnosis terdapat fenomena-fenomena hipnotik yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi proses perubahan bersifat terapeutik.

Dokter gigi, dr. Chairunnisa, mengatakan terapi hipnotik ini kuncinya adalah di komunikasi dua arah. Dengan memahami tujuan dari komunikasi tersebut, maka komunikasi akan lebih efisien dan sesuai arahan.

"Dengan melakukan komunikasi yang berlandaskan tujuan maka tujuan hipnotik dapat tercapai. Kalimat atau bahasa tertentu akan menstimulasi hormon menyenangkan dalam tubuh," ujarnya kepada Republika.co.id di Jakarta.

Menurutnya, obat medis maupun herbal, memang terbukti mampu menurunkan rasa nyeri atau sakit yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. Namun, terapi hipnotik juga merupakan cara lain yang juga efektif.

"Kalimat-kalimat atau bahasa yang digunakan dalam hipnotik, dapat mendukung sistem saraf manusia. Kondisi ini, secara sadar akan memberi hormon baik yang dibutuhkan tubuh, sesuai dengan tujuan tertentu," ungkapnya.

Ia mencontohkan, salah satunya yakni meredakan nyeri. Di mana, terapi ini ampuh dalam meredakan rasa nyeri atau sakit yang diderita, hanya dengan melakukan komunikasi yang efektif.

"Hipnosis itu bertujuan baik yakni dapat mengurangi rasa nyeri atau cemas. Dengan komunikasi yang tepat dan dilakukan secara rutin, dia bisa menjadi self healing. Artinya, dengan tuntunan dari ahli hipnotik yang diberikan pada pasien, kemudian pasien rutin mengatakan suatu kalimat untuk menyembuhkan dirinya sendiri, maka itu menjadi kekuatan diri dalam melawan rasa sakit," ujarnya yang baru saja mendapatkan gelar Doktor.