Senin , 17 Juli 2017, 04:17 WIB

Bahaya Gula yang Bisa Merusak Mood

Rep: Novita Intan/ Red: Indira Rezkisari
pixabay
Makanan manis kaya lemak
Makanan manis kaya lemak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Mood yang berantakan selalu menjadi alasan untuk mengunyah. Memang benar suasana hati yang tak enak dapat diatasi oleh makanan.

Akan tetapi hati-hati dengan pilihan makanan yang justru merusak mood. Seperti dilansir dari laman New York Post, gula disebut-sebut sebagai bahan makanan yang bisa merusak mood bahkan kehidupan Anda.

Saat Anda mengonsumsi gula, tubuh Anda harus menangkalnya dengan melepaskan insulin, yang menyebabkan penurunan glukosa darah secara cepat. Hal ini menyebabkan tubuh melepaskan adrenalin untuk mengimbanginya.

Dengan kondisi tersebut menempatkan tubuh di kondisi 'fight or flight' yang dapat mengakibatkan kegelisahan. Tak hanya itu, gula juga menyebabkan peradangan, yang berarti Anda melepaskan inflamasi.

Orang-orang yang menderita penyakit tersebut dikenal dengan sebutan sitokin, dan ada kaitan antara sitokin dan depresi. Ini juga terkait dengan penuaan dini dan dapat mempengaruhi elastisitas kulit.

Jadi jika Anda ingin kulit bercahaya dan juga membuat kita merasa lebih bahagia, batasi asupan gula Anda. Beberapa ahli menyebut bahaya lainnya terkait dengan gula adalah bahwa itu sangat adiktif.

Setidaknya, Anda membutuhkan waktu sekitar 48 jam untuk mencoba menghilangkan hasrat untuk mengkonsumsi makanan atau minuman manis.

Namun ternyata rentang waktu tersebut tak cukup, inilah sifat dari sesuatu yang adiktif.  Anda berpotensi merasakan gejala sakit kepala atau perubahan suasana hati saat Anda mencoba menghindari makanan atau minuman manis. Meski demikian, gula bukanlah racun yang harus 100 persen dihindari.

Penasehat bidang gizi Men's Health, Alan Aragon, M.S. menyarankan untuk menghindari gula berdasarkan pada penalaran, bahwa gula adalah kalori kosong alias mengandung kalori yang cukup tinggi tapi tanpa nutrisi.

"Tubuh kita diciptakan dengan sempurna dan dilengkapi dengan sistem untuk mencerna gula," katanya.

Jika 10 persen dari total kalori Anda berasal dari permen, maka tidak mungkin bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian tanpa Anda makan dalam porsi yang terlalu banyak.

"Anda tidak perlu khawatir dengan gula alami yang ada dalam buah-buahan, sayuran, dan produk susu," kata Frank Hu, M.D., Ph.D., profesor nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health.