Ahad , 16 July 2017, 03:31 WIB

Perusahaan Induk Google Sebarkan Nyamuk untuk Perangi Zika

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Israr Itah
Reuters/ Daniel Becerril
Nyamuk Aedes aegypti terlihat di dalam tabung tes sebagai bagian dari penelitian tentang pencegahan penyebaran virus Zika.
Nyamuk Aedes aegypti terlihat di dalam tabung tes sebagai bagian dari penelitian tentang pencegahan penyebaran virus Zika.

REPUBLIKA.CO.ID, KALIFORNIA -- Perusahaan induk Google, Alphabet membuat sebuah mesin yang menetaskan jutaan nyamuk setiap pekannya. Bukan sembarangan, mesin tersebut hanya menghasilkan nyamuk pejantan yang tidak bisa membuahi nyamuk betina.

Alphabet telah melepas nyamuk yang dihasilkan mesin tersebut sekitar 20 juta ekor di Fresno County, California.

Preyek sains dari raksasa Google tersebut merupakan salah satu jalan untuk memerangi virus Zika dan demam berdarah yang dibawa oleh nyamuk. Proyek tersebut memastikan, proses perkawinan dari nyamuk yang dibuat oleh Alphabet akan menetaskan nyamuk berjenis kelamin jantan yang dikenal tidak menggigit manusia.

Seperti dirilis futurism.com, pelepasan 20 juta nyamuk tersebut merupakan uji lapangan terbesar yang dilakukan saat ini. Teknisi mesin penghasil nyamuk, Linus Upson mengatakan, untuk membantu banyak manusia selamat dari nyamuk penyebar virus, maka Alphabet harus mendistribusikan nyamuk pejantan yang dihasilkan ke beberapa daerah yang membutuhkan.

"Mendistribusikannya ke mana mereka harus ditempatkan, dan mengukur populasi mereka," jelas dia seperti dilansir futurim.com, Ahad (16/7).

Nyamuk modifikasi tersebut sebenarnya sudah dibuat oleh Environmental Protection Agency (EPA) sebelumnya. Riset di tahun 2016 lalu yang dilakukan EPA menunjukkan, modifikasi untuk mengurangi nyamuk berbahaya tidak berdampak buruk pada lingkungan sekitar.