Ahad , 16 Juli 2017, 06:55 WIB

Perlukah Kita Khawatir pada Tekanan Darah Rendah?

Rep: AHMAD FIKRI/ Red: Indira Rezkisari
Flickr
Memeriksa tekanan darah.
Memeriksa tekanan darah.

REPUBLIKA.CO.ID, Ketika berhadapan dengan diagnosis tekanan darah rendah, banyak orang yang tidak menganggapnya berbahaya. Kebanyakan justru berpikir hal itu lebih baik jika dibandingkan dengan risiko yang timbul dari tekanan darah tinggi. Akan tetapi muncul pertanyaan, apakah tekanan darah rendah memang tidak perlu dikhawatirkan?

Dikutip dari Times of India, ahli penyakit dalam Suranjit Chatterjee mengaku tekanan darah rendah berdampak variatif. "Banyak anak muda datang ke saya dengan tekanan darah 90/60. Saya katakan itu normal terutama jika mereka masuk ke klinik dalam keadaan normal," ujarnya.

Chatterjee mengaku ada beberapa dokter yang memberikan pemahaman salah pada pasien terkait tekanan darah rendah. Meski begitu, pasien tetap perlu khawatir apabila tekanan darah rendah itu diiringi dengan keluhan muntah-muntah dan pendarahan parah. Chatterjee menyarankan, pasien itu harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Dokter Behram Pardiwala dari Rumah Sakit Wockhardt Mumbai mengatakan, persoalan menjadi serius apabila tekanan darah rendah sudah berdampak pada organ vital seperti otak, ginjal, hati, dan jantung.

Selain itu, terdapat pula tekanan darah rendah postural. Hal itu terjadi ketika seseorang mengubah posisi seperti dari berbaring atau duduk menjadi berdiri. Seketika dapat terjadi kekurangan aliran darah yang menyebabkan minimnya oksigen di otak. Hal ini bisa menyebabkan seseorang pingsan atau kehilangan kesadaran. Untuk kasus ini, pasien disarankan untuk mengubah posisi tubuh secara perlahan.

Dalam keadaan normal, tekanan darah rendah bisa diobati dengan beberapa cara seperti meminum air garam. Konsumsi secangkir kecil kopi atau teh secara rutin bisa mengatasi tekanan darah rendah. Selain itu, minum air putih minimal delapan gelas dalam sehari juga baik untuk mengobatinya. 

Berita Terkait