Senin , 19 Juni 2017, 12:03 WIB

Awas, Kimia Deterjen Sebabkan Bayi Lahir Cacat

Rep: RIZKIYAN ADIYUDHA/ Red: Indira Rezkisari
Flickr
Deterjen pembersih pakaian.
Deterjen pembersih pakaian.

REPUBLIKA.CO.ID, VIRGINIA -- Kandungan kimia yang terdapat dalam disinfektan dan pengawet dalam produk rumah tangga semisal deterjen, sampo dan conditioner dapat menuntun pada cacat lahir di bayi. Hal tersebut terbukti melalui penelitan yang dilakukan College of Osteopathic Medicine (VCOM) di Virginia.

Penelitian dilakukan terhadap beberapa ekor tikus yang terpapar senyawa amonium kuaterner atau yang kerap disebut 'Quats'. Penelitian itu fokus pada dua senyawa quats yang sering digunakan yakni Alkil dimetil benzil amonium klorida dan Didecil dimetil amonium klorida.

Kedua senyawa ini biasa muncul dengan sebutan ADBAC dan DDAC dalam komposisi sebuah produk lantaran sifat antimikroba dan antistatik. Keduanya biasa digunakan sebagai bahan pembersih dan disinfektan, tisu tangan, pengawet makanan, perawatan kolam renang, produk binatu, sampo, conditioner, obat tetes mata dan produk perawatan pribadi lainnya.

"Kandungan kimia itu dapat menyebabkan cacat lahir pada otak, tulang belakang atau sumsum tulang belakang," kata Profesor VCOM, Terry Hrubec seperti dinukil Indian Express, Senin (19/6).

Efek dari bahan kimia tersebut bagi tikus bahkan lebih parah lagi. Tikus yang tidak terpapar bahan kimia dapat tertular dengan tikus lain yang sudah terpapar hanya dengan berada dalam satu ruangan yang sama.

"Kami juga mengamati peningkatan cacat lahir pada tikus selama dua generasi setelah berhenti terpapar," kata Terry lagi.

Terry mengungkapkan, penelitian itu memperlihatkan bagaimana senyawa kimia tersebut mempengaruhi perkembangan embrio pada hewan tersebut. Dia mengatakan, bahan kimia ini mungkin beracun bagi manusia juga. Dampak serupa juga bisa ditemukan pada manusia.