Kamis , 20 April 2017, 20:22 WIB

Kenali Faktor Penyebab Kanker Serviks

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yudha Manggala P Putra
Antara
Deteksi Dini Kanker Serviks
Deteksi Dini Kanker Serviks

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kanker leher rahim (serviks) masih menjadi salah satu penyebab kematian utama wanita. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, setiap dua menit seorang perempuan meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan infeksi Human Papilloma Virus (HPV) ini.

Di Indonesia, angka kasus kanker serviks juga cukup tinggi. Setiap hari --tak kurang 40 orang wanita-- di Indonesia terdiagnosa penyakit ini. Tak pelak Kementerian Kesehatan menempatkan kanker serviks sebagai penyakit ‘pembunuh’ wanita nomor satu di negeri ini.

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi munculnya penyakit kanker serviks ini. “Salah satunya adalah pembalut wanita yang sering kita pakai,” ungkap dokter spesialis obsgyn (kebidanan dan kandungan) RSI Sultan Agung , Yulice Soraya Nur Intan dalam rilis yang diterima Republika, Kamis (20/4).

Di hadapan peserta gathering Paguyuban Wanita Pengadilan Agama (PA) se- Jawa Tengah, Yulice menyampaikan, tidak semua pembalut dapat menyebabkan munculnya penyakit kanker serviks. Menurutnya, pembalut wanita yang dibuat dari bahan- bahan seperti kertas bekas dan serbuk kayu (pulp) berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri dan kuman pencetus kanker serviks ini.

Zat pemutih yang biasanya digunakan untuk memutihkan bahan tersebut (dioxin) diduga juga menjadi pemicu kuman penyebar virus kanker serviks. “Oleh karena itu, penting mengenali bahan pembalut yang berpotensi memicu kanker serviks,” tegasnya.

Ia pun memberikan tips kepada para peserta gathering ini. Menurutnya, cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan mengambil bagian inti di dalam. Kemudian celupkan dalam gelas yang berisi air.

Setelah dicelupkan apakah terjadi perubahan seperti warna atau hancurnya bahan inti pembalut tersebut. “Jika kita temukan kedua perubahan tersebut, besar kemungkinan pembalut tersebut mengandung pemutih  dan kualitas produknya buruk,” tandas Yulice.

Ia juga memaparkan, selain faktor buruknya kualitas bahan pembalut, masih ada faktor lain yang menjadi penyebab munculnya penyakit kanker serviks ini.

Kanker serviks, berisiko terjadi pada seseorang wanita dengan pola hidup yang tidak sehat. Seperti seperti jamak ganti pasangan dalam berhubungan seksual, merokok dan faktor kekurangan vitamin.

Untuk itu, ia mengajak para peserta gathering PA ini untuk bersama- sama melakukan antisipasi dan mencegah kanker serviks ini. Sebab penyakit ini tidak membawa atau menunjukkan gejala- gejala apapun pada fase pra kanker.  “Mari --sebelum terlambat-- kita mengenali berbagai faktor penyebab dan mengurangi semaksimal mungkin aktivitas yang beresiko terhadap penyakit kanker serviks ini,” ungkap Yulice.