Senin , 20 March 2017, 08:34 WIB

Pakar: Makanlah dengan Rasa Bahagia

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Yudha Manggala P Putra
idiva.com
Bikin makanan sehat untuk anak
Bikin makanan sehat untuk anak

REPUBLIKA.CO.ID, INGGRIS -- Makan adalah kebutuhan manusia untuk bertahan hidup. Namun, sebagian orang, terutama kaum hawa, justru membatasi frekuensi atau porsi makan dengan amat berlebihan demi mencapai ukuran badan tertentu.

Pakar nutrisi Amelia Freer tidak sepakat dengan hal itu dan mengingatkan makanan bukanlah musuh. Ia justru menganjurkan untuk makan dengan bahagia seperti selayaknya seseorang mencintai tubuhnya.

"Saya cukup heran melihat banyak orang membuang banyak kesempatan dalam hidup hanya karena persoalan rendahnya harga diri yang berhubungan dengan makan," ungkapnya.

Penulis buku Nourish & Glow: The 10-Day Plan itu menyayangkan, banyak orang berambisi untuk langsing karena merasa bentuk dan berat badannya tak sempurna. Sebagai langkah awal hidup sehat dan bahagia, Freer menyarankan semua orang untuk membuang jauh-jauh pemikiran tersebut.

Perubahan gaya hidup seperti mengatur pola makan dan asupan sehat disebutnya harus diiringi emosi dan pola pikir yang juga positif. Ia menganjurkan setiap orang untuk menganggap makan adalah cara mencintai tubuh, memberinya nutrisi lezat yang bisa membantu siklus tubuh dan pikiran.
 
Selain itu, memikirkan apa, bagaimana, mengapa, dan dengan siapa akan makan amat berimplikasi terhadap pilihan makan sehat seseorang. Menenangkan pikiran sebelum makan juga efektif karena stres berpotensi menekan penyerapan glukosa pada makanan dan memperlambat gerakan makanan di saluran pencernaan.

"Meluangkan waktu sejenak di sela waktu sibuk dan menikmati makanan dengan sepenuh hati tidak hanya baik untuk meredakan stres tetapi juga membantu penyerapan nutrisi maksimum dari makanan," ujar Freer, dilansir dari laman Daily Mail.