Jumat , 17 Februari 2017, 19:08 WIB

Waspadai Penyakit Pascabanjir, Mulai dari DBD Hingga Leptospirosis

Red: Indira Rezkisari
Republika/Prayogi
 Seorang karyawan melintasi banjir yang menggenagi halaman sekolah SMA Negeri 8 , Bukit Duri, Jakarta, Kamis (16/2).
Seorang karyawan melintasi banjir yang menggenagi halaman sekolah SMA Negeri 8 , Bukit Duri, Jakarta, Kamis (16/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengajar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI-RSCM, Dr Ari Fahrial Syam mengingatkan warga di berbagai kota Indonesia untuk mewaspadai beragam penyakit yang dapat berpotensi timbul akibat fenomena musim hujan dan banjir.

"Saat ini terjadi peningkatan curah hujan di berbagai kota di Jakarta. Beberapa tempat di Jakarta antara lain SMAN 8 telah terjadi banjir bahkan sampai setinggi 1,5 meter. Hujan yang diprediksi akan reda dibeberapa kota di Indonesia khususnya di Pulau Jawa, kondisi curah hujannya masih tinggi bahkan masih berpotensi banjir," kata Ari Fahrial Syam dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/2).

Ari yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Jakarta Raya (Papdi Jaya) menyatakan, kondisi lingkungan demikian akan mencetuskan munculnya berbagai penyakit pascabanjir. Dia memaparkan, penyakit pascabanjir adalah berbagai penyakit yang jumlah kasusnya akan meningkat setelah banjir dan musim penghujan, yang dapat dibagi menjadi tiga kelompok penyakit, yaitu yang menyebar melalui makanan/minuman, nyamuk, dan tikus.

Kelompok penyakit yang ditularkan makanan dan minuman antara lain adalah infeksi kolera, disentri, rotavirus serta demam typhus. Pasien dengan infeksi usus bisa datang dengan diare, muntah berak, mules saat BAB dan BAB ada darah. Sementara penyakit yang ditularkan oleh nyamuk sebagai vektor penyakit misalnya Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) yang dibawa melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Sedangkan penyakit yang ditularkan melalui tikus pada bencana banjir adalah leptospirosis yang dibawa melalui kencing dan kotoran tikus dalam genangan banjir.  "Apabila kita mengalami luka terbuka pada tangan atau kaki atau mukosa mulut, maka air yang sudah tercemar dengan kotoran tikus yang sudah mengandung leptospirosis akan menularkan kita," katanya.

Dia mengemukakan, pasien dengan leptospirosis datang dengan keluhan demam tinggi mendadak, sakit kepala, mual muntah, lemas, nyeri otot terutuma otot betis, mata merah dan timbul kuning pada mata dan kulit. Terganggunya kesehatan akibat banjir terjadi karena adanya gangguan pada tiga faktor penting penyakit, yaitu faktor daya tahan tubuh, lingkungan, dan agen pembawa penyakit seperti bakteri.

 

Sumber : Antara