Sabtu , 09 January 2016, 14:44 WIB

Jadi Pusat Anti-Aging Dunia, Indonesia Destinasi 'Medical Tourism'

Red: Hazliansyah
dok: Debby Vinski
Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan Dr. Deby Vinski, AAMS, MScAA, Presiden Badan Akreditasi Kedokteran Preventive & Anti-Aging Dunia (WOCPM)
Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan Dr. Deby Vinski, AAMS, MScAA, Presiden Badan Akreditasi Kedokteran Preventive & Anti-Aging Dunia (WOCPM)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keberadan Indonesia sebagai pusat Anti-Aging dunia segera terwujud di pertengahan tahun.

Vinski Tower akan menjadi terdapat pusat pengembangan dan riset stemcell, baik untuk stroke, diabetes melitus tipe 1 maupun tipe 2 dan penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya. Di lokasi ini juga akan bernaung kantor sektretariat WOCPM (World Council of Preventive Medicine) atau yang lebih dikenal sebagai Badan Akreditasi Anti-Aging Dunia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga penasehat WOCPM menyambut baik hal tersebut. Menurutnya melalui riset-riset yang dilakukan, hasilnya diharapkan dapat meningkatkan kampanye paradigma kesehatan preventif di masyarakat.

"Bagaimana pencegahan penyakit bisa dilakukan. Ini yang lebih penting," ujar Jusuf Kalla saat menerima Dr. Deby Vinski, AAMS, MScAA, Presiden Badan Akreditasi Kedokteran Preventive & Anti-Aging Dunia (WOCPM), Jumat (8/1) malam di rumah dinas Wapres, Jakarta.

Dengan adanya fasilitas kesehatan yang mumpuni ini juga membuat masyarakat lebih memilih menjalani perawatan di dalam negeri.

"Jadi dengan adanya ini akan menahan orang Indonesia ke luar dan sebaliknya membawa orang asing ke Indonesia," kata JK.

Vinski Tower dilengkapi dengan peralatan canggih dan berada dibawah pengawasan Badan Akreditasi Anti-Aging dunia. Semua layanan terintegrasi langsung dengan para ahli internasional terkemuka.

Adapun layanan yang diberikan diantaranya terapi hormon anti-aging juga tes genetik yang hanya perlu dilakukan sekali seumur hidup untuk mendeteksi dan mencegah penyakit degeneratif.