Monday, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 January 2018

Monday, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 January 2018

Apakah Merokok Cerutu Lebih Sehat?

Jumat 29 May 2015 10:37 WIB

Rep: MGROL 41/ Red: Indira Rezkisari

Menghisap cerutu tidak lebih menyehatkan dibanding rokok biasa.

Menghisap cerutu tidak lebih menyehatkan dibanding rokok biasa.

Foto: .

REPUBLIKA.CO.ID, Perokok cerutu ternyata lebih berisiko terhadap kematian yang disebabkan dari banyak penyakit yang sama dibanding penghisap rokok. Penelitian tersebut baru-baru ini diterbitkan dalam BMC Public Health.

Para peneliti mempelajari tentang cerutu, merokok, dan kematian. Berdasarkan laporan, mereka yang tidak menghirup asap cerutu masih mengalami peningkatan risiko kematian yang disebabkan oleh penyakit laring dan kanker esofagus.

Anda mungkin menyalakan sebuah cerutu perayaan pada acara-acara khusus dan berpikir itu relatif aman dibandingkan dengan rokok setidaknya. Akan tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa apakah perokok cerutu sadar atau tidak, mereka cenderung menghirup asap tembakau. Demikuan kata Cindy M Chang Ph.D., MPH, pemimpin ulasan penulis dan ahli epidemiologi di Pusat Produk Tembakau, US Food and Drug Administration.  

Ditambah, Chang mengatakan,  jika Anda meniup asap rokok ke sekeliling segera, mulut Anda masih menyerap zat berbahaya yang Anda sempat hirup sebelumnya. Cerutu telah terbukti memiliki tingkat yang lebih tinggi dari tembakau khusus nitrosamin yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru dan kanker mulut dari asap rokok. Anda juga menghisap dalam tingkat yang lebih tinggi dari karbon monoksida dan nitrogen oksida, yang keduanya dapat berkontribusi terhadap perkembangan penyakit jantung.

Seperti yang dilansir dari situs Mens Health, Jumat (29/5), meskipun bahaya statistik terbaru menunjukkan semakin banyak orang yang salah paham. Mereka berpikir bahwa cerutu lebih aman daripada rokok. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, konsumen cerutu di Amerika Serikat mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat dari tahun 2000 sampai 2011. Pada saat yang sama, angka penggunaan rokok menyusut 33 persen. Para peneliti menyampaikan bahwa rokok cerutu lebih berbahaya daripada rokok biasa.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA