Jumat , 01 December 2017, 13:13 WIB

Reservasi Hotel Ini Melarang Tamu Membawa Bukan Muhrimnya

Red: Hiru Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID JAKARTA -- Jelang musim libur tiba, banyak warga masyarakat yang memesan kamar hotel sejak jauh hari agar saat berlibur bisa berjalan lancar.  Karena itu layanan pemesanan kamar hotel secara online kini telah menjadi alternatif yang mudah dan efektif.

Beragam jenis hotel maupun tarif kini ditawarkan kepada masyarakat sehingga mereka bisa leluasa memilih hotel sesuai tujuan berlibur. Salah satu yang menjadi pertimbangan utama seseorang dalam memilih hotel selain lokasi adalah tarif menginap. "Kami ingin menyediakan hotel terkemuka di Indonesia dengan harga terjangkau, sehingga semakin banyak masyarakat yg bisa berliburan," kata Ari Sudradjat, CEO Hotelmurah.com dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/1).

Namun, ada keunikan pada layanan hotelmurah ini. Para tamu yang hendak memesan diwajibkan menyetujui bahwa mereka tidak akan membawa pasangan yg tidak sah kedalam kamar hotel yg akan dipesan. Tanda persetujuan itu cukup dengan memberikan tanda centang di kolom yang tersedia saat melakukan pemesanan. Jika tidak mencentangnya, maka pengguna tidak diperbolehkan untuk melanjutkan proses pemesanan hotel.  "Kami  ingin mendapatkan rezeki yg berkah," katanya.

Penyampaian wajib centangpun dilakukan dengan cara halus. Jika pengguna tidak mencentang pihaknya akan memberi informasi secara halus, dengan tulisan anak sholeh jangan lupa centang ini. Ketika pengguna mencentang syarat tersebut, secara sadar dia telah setuju untuk tidak membawa pasangan yg tidak sah ke dalam hotel. "Itu sudah cukup dan kami tidak akan mengecek apakah itu jujur atau bohong," katanya.   

Meski diakuinya kebijakan itu akan beresiko  berkurangnya angka pemesanan hotel, namun Ari tetap yakin hal tersebut lebih baik bagi perusahaan dan target jumlah pesanan hotel tetap akan tercapai. Sampai kini pihaknya juga belum menemukan adanya kasus pelanggaran ketentuan tersebut.

Hotel murah juga terbuka bagi pemeluk agama apapun karena manajemen hotel tidak pernah menanyakan keyakinan agama para tamunya. Aturan tersebut diyakini bersifat universal dan semua orang bisa menerimanya.