Selasa , 12 September 2017, 10:47 WIB

Merasa Ketergantungan Skincare? Ini Faktanya

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Esthi Maharani
Republika/Prayogi
Perawatan kulit wanita
Perawatan kulit wanita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Demi menunjang penampilan, banyak orang mengandalkan skincare dalam rangkaian perawatan kulitnya. Tidak jarang pula mereka menjadi ketergantungan sehingga jika pemakaiannya berhenti kondisi kulit akan berubah.

Dermatolog Sari Chairunnisa memaparkan seseorang dikatakan ketergantungan skincare apabila saat tidak lagi memakai produk tersebut membuat kondisi kulit menjadi lebih buruk dari sebelum pemakaian. Jika setelah berhenti kemudian kembali ke kondisi semula itu adalah hal yang wajar.

"Memakai skincare itu sebenarnya seperti merawat tanaman dengan pupuk. Kalau dipakai tumbuhnya akan lebih baik," ujar Sari, Senin (11/9).

Bagi yang merasa ketergantungan, menurut Sari hal tersebut dikarenakan kandungan yang terdapat pada skincare misal kandungan anti-inflamasi. Kandungan anti-inflamasi memang membuat pemakaian skincare tidak bisa dihentikan secara tiba-tiba.

Namun demikian, melakukan perawatan kulit memang telah dianjurkan sejak perempuan menginjak usia awal 20. Sebab di usia 25 pada dasarnya proses penuaan kulit sudah mulai terjadi dan kondisi kulit mulai menurun.

Untuk itu, menutrisi kulit wajib dilakukan jika kesehatan kulit ingin tetap terjaga. Pemberian nutrisi kulit bisa dilakukan sebelum melembabkannya dengan menggunakan serum pada malam hari.

"Dianjurkan juga tidak mencampurkan produk. Lebih baik memakai satu rangkaian produk yang sama untuk menjaga ambang batas keamanan saat pemakaian produk," ujar Sari.