Kamis , 16 March 2017, 08:31 WIB

Ini Alasan Desainer tak Ingin Rancang Busana untuk Keluarga Trump

Rep: Wilda fizriyani/ Red: Esthi Maharani
AP Photo/Evan Vucci
Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump bersama keluarganya di konser jelang pelantikan di Lincoln Memorial, Kamis, 19 Januari 2017.
Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump bersama keluarganya di konser jelang pelantikan di Lincoln Memorial, Kamis, 19 Januari 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Bagi perancang busana, terlibat dengan para politkus maupun keluarga kenamaan akan mempengarauhi produk pakaiannya. Fakta ini tak bisa dipungkiri karena hal tersebut tentu akan berdampak pada penjualan pakaian para desainer di masa depan.

Efek besar itu terlihat jelas pada setiap pakaian yang digunakan istri Pangeran William, Kate Middleton. Begitupula dengan item pakaian yang digunakan mantan First Lady, Michelle Obama. Fakta menyebutkan, para desainer yang berada balik pakaian perempuan kenamaan ini memperoleh dampak besar. Bahkan dapat disebut busana mereka memberikan pengaruh besar dalam dunia mode.

Di sisi lain, dampak menguntungkan ini ternyata tidak membuat para desainer dunia mau berkontribusi dalam merancang busana keluarga Donald Trump. Seperti halnya Marc Jacobs, Tom Ford, Derek Lam, Joseph Altuzarra, Phillip Lim dan Sophie Theallet yang telah menolak tawaran itu. Tindakan ini dilakukan mereka sebagai protes atas kebijakan dan pandangan orang nomor satu di Negeri Paman Sam ini.

Dilansir Independent, Rabu (15/3), Desainer Zac Posen mencoba mengungkapkan, alasan banyak desainer yang enggan terlibat dengan keluarga Trump. Begitupula Zac yang menolak tawaran itu, meski sebelumnya sempat merancang busana untuk Melania dan Ivanka Trump.

“Saya memang tidak ada rencana lagi untuk merancang pakaian keluarga nomor satu itu," ujar Zac kepada Daily Beast.

Untuk saat ini, Zac memang ingin menjauhkan diri dari orang-orang yang terlibat dalam dunia politik. Hal ini terutama pada sosok Trump yang selalu membuat kebijakan dan mengungkapkan segala sesuatu yang kontroversial. Beberapa di antaranya ihwal imigrasi, hak-hak perempuan dan sebagainya.

“Ini hanya masalah yang sangat dekat dengan hati saya dan saya menggunakan suara pribadi saya sendiri dan dana pribadi untuk berjuang dan mendukung mereka,” tegas dia.